Listrik Kembali Padam, DPRD Tuding PLN Monopoli

Redaksi Redaksi
Listrik Kembali Padam, DPRD Tuding PLN Monopoli
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel

PEKANBARU, riaueditor.com - Lagi-lagi ulah PLN membuat masyarakat Pekanbaru resah, akibat PLN kembali melakukan pemadaman listrik. Jelas semua masyarakat geram ulah PLN yang seenaknya melakukan pemadaman. 

Menanggapi ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel juga mempertanyakan kajian kelistrikan yang pernah dibuat oleh PLN apabila kondisi listrik mengalami pemadaman bergilir di Kota Pekanbaru.

Kajian listrik itu menurut politisi Partai Golkar ini sangat penting mengingat, tidak hanya rumah tangga yang dirugikan oleh pemadaman bergilir oleh PLN tapi sektor pelaku usaha juga mengalami kerugian yang amat besar.

"Pernah tidak PLN membuat kajian, kalau listrik padam 1 jam, berapa kelebihan material yang ada di PLN? baik solar, maintenance dan lainnya," Kata Roni saat dijumpai di kantornya, Senin (25/9).

Persoalan pemadaman ini, sudah ada sejak dulu kala. Misteri kondisi kelistrikan masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab meskipun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan Raya, nantinya selesai dibangun dan beroperasional.

"Listrik mau padam berapa kali pun tak ada masalah. Tapi harus ada power penyuplai cadangan untuk pemadaman listrik. Jangan dibebani kepada masyarakat dan pelaku industri kecil apalagi untuk membeli genset lagi, itukan high cost," ungkapnya.

Selama ini, kran listrik untuk swasta belum pernah dibuka. Hanya listrik yang belum ada. Roni berharap, legislator di DPR RI memperjuangkan kran listrik di Indonesia untuk swasta sebagaimana yang terjadi di perusahaan telekomunikasi.

"Kami di daerah ini merasakan susahnya berurusan dengan PLN. Karena PLN ini monopoli, makanya kita mendorong (PLN bikin kajian,red) seperti ini supaya PLN tidak monopoli lagi," cetusnya.

Apa yang dilakukan oleh PLN selama ini dinilai tak adil. Masyarakat telat membayar saja katanya, diputus. Meskipun jawaban dari PLN soal pemadaman adalah perawatan. 

"Masyarakat tak mau tahu soal itu (alasan PLN,red). Kami di DPRD berdiri di depan masyarakat. Silahkan padamkan listrik tapi kasih cadangan yang lain. Sering kita kasih ide, coba bangun genset di setiap kelurahan, karena PLN ada perawatan, tapi dengan syarat genset PLN ini harus hidup," pungkasnya. (Eza)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini