Dewan Pelalawan Punya Solusi Atasi Pengadaan Air Bersih di Pangkalan Kerinci

Redaksi Redaksi
Dewan Pelalawan Punya Solusi Atasi Pengadaan Air Bersih di Pangkalan Kerinci
H Abdullah AMd, Wakil Ketua Komisi A DPRD Pelalawan.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Program Jalita (Jalan, Listrik dan Air) yang dulu  pernah digembar gemborkan saat ini semuanya belum terealisasi. Terutama pengadaan air bersih bagi masyarakat khususnya di Ibukota Pangkalan Kerinci. Sampai kabupaten ini berusia 16 tahun pada 10 Oktober mendatang, masalah air bersih belum juga tuntas.

H Abdullah AMd, Wakil Ketua Komisi A DPRD Pelalawan punya solusi lain mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat, terutama konsumen di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci.

"Saya punya usul wacana air bersih di Kecamatan Pangkalan Kerinci diambil dari pengelolaan air bersih dari RAPP, sebagaimana listrik RAPP juga dijual ke publik lewat PLN dan BUMD," kata Abdullah kepada riaueditor, Senin (7/9/2015).

Politisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini menyebutkan, Pemda dan kalangan swasta bisa saling bersinergi untuk mengatasi kebutuhan air bersih di kabupaten ini. "Kalau kalangan swasta dan Pemda sudah tercipta sinergi, tentu apa pun masalahnya bisa bakal tercarikan penyelesaiannya," ucapnya.
  
Disinggung apakah perusahaan raksasa bubur kertas tertarik menjadi suply air bersih bagi publik, Abdullah tetap optimis perusahaan yang dulunya tempat dia berkerja mau membuka diri untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
   
"Ya kita minta RAPP melakukan hal yang sama seperti listrik," ungkapnya.

Sekretaris Fraksi Madani DPRD Pelalawan ini pun mereview rencana pembangunan fasilitas air bersih oleh Pemkab 2013. "Tahun 2013 lalu, Pemkab Pelalawan menganggarkan Rp 40 miliar untuk pembangunan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) baru di Tanjung Putus Pangkalan Kerinci. Hal ini diupayakan pemerintah karena PDAM sekarang ini hanya berkapasitas 20 l/detik. Kondisi PDAM saat ini tak sanggup lagi memenuhi kebutuhan air di Kecamatan Pangkalan Kerinci," bebernya.

Tapi imbuh Abdullah, karena ada kendala teknis, masalah tanah dan juga keuangan, kegiatan itu dibatalkan. "Makanya hingga saat ini tetap saja ada keluhan konsumen PDAM soal air yang tak lancar, bahkan putus," ujarnya.

Jadi sebut dia, kalau RAPP bisa mensupply kebutuhan air bersih untuk warga Pangkalan Kerinci, maka anggaran pembangunan PDAM bisa dialokasikan ke kecamatan lain yang juga mendesak membutuhkan hal yang sama.

Di Pangkalan Kerinci tambah Abdullah, ada banyak tempat yang sulit dijangkau suplai PDAM. "Salah satunya BTN BLP. Mereka sering kali tidak mendapatkan suplai air bersih dari PDAM selama seminggu," paparnya sambil menyebutkan hal tersebut melatar belakangi kenapa perlu menjalin kerjasama dengan pihak swasta.

Dilanjutkan Abdullah, 12 anggota DPRD  Pelalawan Dapil 1 bertekad memperjuangkan air bersih di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Bandar Seikijang dan Langgam.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini