Terjaring OTT KPK, Eks Dirjen Hubla: Saya Dihindari seperti Penyakit

Redaksi Redaksi
Terjaring OTT KPK, Eks Dirjen Hubla: Saya Dihindari seperti Penyakit
(Dok. Antara)
Dirjen Hubla Anatonius Tonny

JAKARTA - Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono, mengungkapkan kesedihannya kepada seluruh peserta sidang pasca-terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satunya, menurut Tonny, hal yang menyayat hatinya adalah dijauhi oleh anak buahnya di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dia tak menyangka anak buahnya akan bersikap seperti itu.

"Saya ditangkap, saya dianggap sebagai orang yang (kena) penyakit lepra, semua menghindari saya," kata Tonny yang tidak bisa menahan kesedihannya di sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Meskipun, kata Tonny, saat terciduk lembaga antirasuah, dirinya langsung mengakui kesalahannya dan menyerahkan sejumlah barang bukti ke penyidik. Tetapi, dia mengungkapkan, hal itu seakan tak dianggap oleh rekan-rekan-nya.

"Saya mengakui salah, mungkin jarang orang seperti saya ditangkap mengaku salah. Waktu (petugas KPK) ke rumah, saya menyerahkan ATM padahal bisa saja saya sembunyikan," tutur dia.

Dalam kasus ini, Antonius Tonny Budiono didakwa menerima suap Rp2,3 miliar. Uang itu ia terima dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan.

Uang Rp2,3 miliar itu terkait proyek pekerjaan pengerukan alur Pelabuhan Pulang Pisau Kalimantan Tengah tahun 2016 dan pekerjaan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Samarinda Kalimantan Timur tahun 2016.

Selain itu, uang Rp2,3 miliar itu diberikan karena Tonny telah menyetujui penerbitan surat izin kerja keruk (SIKK) untuk PT Indominco Mandiri, PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten.

Kemudian, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, yang pengerukannya dilakukan oleh PT Adhiguna Keruktama.

(sumber: okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini