OTT Saber Pungli, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Berhasil Kabur

Redaksi Redaksi
OTT Saber Pungli, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Berhasil Kabur
Foto Okezone/Erie Prasetyo
Barang bukti yang diamankan dari OTT pungli.

MEDAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun bernama Lukman Damanik diduga kabur saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polda Sumut.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pada saat Tim Saber Pungli melakukan pemeriksaan di ruang koperasi yang jadi tempat dilakukan transaksi pemberian uang pengangkatan CPNS.

Namun, saat itu Lukman Damanik tidak berada di tempat. Menurut keterangan dari Novelinda Silalahi (Pegawai honorer Dinas Kesehatan Simalungun), Lukman sedang mengikuti rapat di DPRD Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Tim dari Satgas Saber Pungli menyuruh untuk mengunci ruang kerja Sekretaris Dinas Kesehatan Simalungun. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan pintu ruang kerja itu dalam keadaan rusak (dicongkel) dan diduga Lukman Damanik melarikan diri," jelas AKBP MP Nainggolan, Selasa 4 Juli 2017.

Diduga Lukman kabur karena bawahannya tertanggap tangan menerima uang sebanyak Rp80 juta untuk pengangkatan pengawai honorer jadi CPNS.

Sebelumnya, diduga melakukan pungutan liar atau gratifikasi, seorang seorang wanita bernama Flora Br Purba yang bekerja sebagai pegawai honorer Koperasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun tertangkap tangan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Intelijen satgas Saber Pungli Polda Sumut, Selasa 4 Juli 2017.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dipimpin Ipda Joy Sianipar itu, dilakukan atas adanya laporan dari masyarakat kepada satgas Saber Pungli Polda Sumut tentang adanya pungutan liar senilai Rp 10 juta hingga Rp30 juta kepada para calon ASN Tenaga Medis di Kabupaten Simalungun yang baru dilakukan pengangkatan dari PTT menjadi CPNS.

(fzy/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini