Nama Samaran Penyuap Eks Dirjen Hubla Terinspirasi Jokowi dan Prabowo

Redaksi Redaksi
Nama Samaran Penyuap Eks Dirjen Hubla Terinspirasi Jokowi dan Prabowo
(Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Sidang perdana Adiputra Kurniawan

Mantan Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan, mengaku mempunyai beberapa nama panggilan. Salah satu nama panggilannya adalah Joko Prabowo.

Adi Putra mengakui bahwa nama itu merupakan gabungan dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Ia terinspirasi kedua calon presiden pada pemilu tahun 2014 lalu.

"Joko Prabowo itu nama ngarang. Dulu berhubung Joko Widodo sama Prabowo Subianto nyalon capres," kata Adi Putra dalam keterangannya saat menjalani pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (21/12).

Majelis hakim sempat mengkonfirmasi lebih lanjut soal hal tersebut kepada Adi Putra.

"Jokowi dan Prabowo digabung jadi Joko Prabowo?" tanya hakim.

"Iya, Yang Mulia," jawab Adi Putra.

"Pada waktu pemilihan presiden itu, ya?" tanya hakim kembali.

"Iya, betul, Yang Mulia," kata Adi Putra.

Selain Joko Prabowo, Adi Putra mengaku mempunyai beberapa nama panggilan lainnya. Di antaranya adalah Yeyen, Yongki, serta Yongki Goldwin. Bahkan ia mengaku mempunyai KTP atas nama Adi Putra, Yongki, serta Joko Prabowo.

Namun menurut dia, KTP atas nama Joko Prabowo adalah palsu. "Bukan asli, ini palsu KTP-nya," ujar dia.

Selain soal nama, majelis hakim sempat menggali rekening bank Adi Putra yang diatasnamakan nama-nama tersebut. Ia membeberkan mempunyai total hingga sebanyak 34 rekening dari berbagai bank, baik itu BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.

"Jadi yang nama Adi Putra ada 6, atas nama Yongki ada 6, atas nama Joko Prabowo ada 22?" tanya hakim. Hal tersebut pun dibenarkan Adi Putra.

Adi Putra Kurniawan didakwa menyuap Antonius Tonny Budiono, yang saat itu menjabat Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, sebesar Rp 2,3 miliar. Suap diduga diberikan agar Tonny menyetujui PT Adhiguna Keruktama untuk bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta dalam mengerjakan proyek pelabuhan di sejumlah daerah.

Suap diberikan dengan modus memberikan kartu ATM kepada Antonius. Adi Putra lalu memberikan suap dengan cara mengisi uang melalui ATM itu.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini