Kasus Denny, Bentuk Makar Kabareskrim terhadap Presiden

Redaksi Redaksi
Kasus Denny, Bentuk Makar Kabareskrim terhadap Presiden
Foto: Okezone
Kasus Denny, Bentuk Makar Kabareskrim terhadap Presiden
JAKARTA - Kepala Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Muhamad Isnur menilai, kasus dugaan kriminalisasi terhadap mantan Wamenkumham, Denny Indrayana merupakan bentuk `kudeta` yang dilakukan Kabareskrim Polri, Komjen Polisi Budi Waseso kepada Presiden dan Wakapolri.

"Presiden dan Wakapolri sudah memerintahkan untuk menghentikan kasus itu, tapi tidak diindahkan oleh Kabareskrim. Itu sama saja dengan pembangkangan, tindakan makar kepada Presiden," kata Muhamad Isnur di Jakarta, Jumat (27/3/2015).

Menurut Isnur, kasus yang disangkakan kepada Denny sangat tampak sebagai upaya kriminalisasi. Denny sebelum menjadi wakil menteri dikenal sebagai akademisi dan aktivis antikorupsi.

Dalam kasus perselisihan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI pun sikap Denny jelas mendukung komisi antirasuah itu.

"Sangat jelas kriminalisasi karena Denny yang menjadi target. Kalau memang ada permasalahan dalam kasus itu, mengapa yang menjadi tersangka wakil menteri, bukan menterinya?" kata Isnur.

Seharusnya kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) konsisten dengan kebijakannya. Bila Budi Waseso tidak mengindahkan perintah Presiden, maka sudah seharusnya dia dicopot.

"Kuncinya ada pada Jokowi. Jangan membiarkan pembangkangan yang dilakukan terhadapnya. Semakin dibiarkan akan semakin terakumulasi dan dampaknya bisa menjadi komoditas politik untuk menyerangnya," tukasnya.

Isnur menambahkan, sikap DPR yang mempertanyakan pencalonan Badrodin Haiti sebagai Kapolri merupakan akumulasi dari kekecewaan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) atas keputusan pemerintahan Jokowi yang menetapkan kepengurusan Partai Golkar kepemimpinan Agung Laksono yang sah.

Sehingga kata dia, Jokowi harus memainkan peran sebagai pendukung kepentingan rakyat, bangsa dan semua golongan yang ada di negara ini.

"Bila Jokowi bisa menempatkan diri sebagai bapak seluruh rakyat Indonesia, pasti akan bisa melihat solusi dari semua permasalahan ini," ujarnya.


(put/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini