Ahok Persilakan KPK Obrak Abrik Balai Kota

Redaksi Redaksi
Ahok Persilakan KPK Obrak Abrik Balai Kota
Foto: Dede/Okezone
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut laporan Forum Warga Kota (Fakta) terkait indikasi kecurangan dalam pengadaan 656 bus Transjakarta tahun 2013.

"Ya silakan. Kamu berani nolak KPK? KPK mau datang geledah semua juga boleh, malah bagus dong," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Senin (24/2/2014).

Menurutnya, kerugian sebesar Rp3,8 miliar terkait bus Transjakarta yang berkarat merupakan nilai yang sangat kecil, ketimbang biaya pengadaan bus sedang dan bus kecil. Total biaya pengadaan itu diketahui sebesar Rp1,5 triliun. "Kecil dong Rp3,8 miliar. Bagus dong. Enggak apa-apa," tuturnya.

Ahok menambahkan, jika terbukti adanya penyimpangan pengadaan bus, pihaknya juga tidak akan memberikan bantuan hukum. "Ngapain bantuan hukum. Kalau ketahuan nyolong, biarin aja. Kita tunggu hasil inspektorat. Nanti tanya Pak Gubernur," jelasnya.

Siang tadi, Forum Warga Kota (Fakta) melaporkan indikasi kecurangan dalam pengadaan 656 bus Transjakarta tahun lalu ke Gedung KPK. Mereka menduga ada oknum di tubuh Dinas Perhubungan yang melakukan permainan sehingga mengarahkan kepada satu pemenang tender.

Ketua Fakta, Azas Tigor Nainggolan mencatat, dalam proses penerimaan barang dari pemenang tender tidak ada berita acara serah terima barang sehingga ditaksir kerugian negara mencapai Rp3,8 miliar.

Azas juga mengaku memegang bukti foto dan dokumen mengenai dugaan adanya bantuan mantan pegawai PT Mekar Jaya Abadi yang sebelumnya sudah menjadi terpidana dalam pengadaan bus Transjakarta tahun 2004. "Kami mau melengkapi dan membantu inspektorat menyelidiki ini," ucapnya.

(ded/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini