Menteri LHK Siti Nurbaya Kritik Istilah Deforestasi: Tak Sesuai di Indonesia

Redaksi Redaksi
Menteri LHK Siti Nurbaya Kritik Istilah Deforestasi: Tak Sesuai di Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

"Restorasi tanpa menghentikan deforestasi itu nggak ada artinya, kita menunggu komitmen zero deforestation dari pemerintah. Restorasi hutan juga tidak bisa semerta-merta diklaim secara total harus dilihat basis per-pulau," ujar Iqbal Damanik, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia dilansir dari Liputan6.com.

Indonesia Tak Mau Dipaksa Deforestasi

Sebelum Menteri Siti Nurbaya berucap demikian, Presiden Jokowi ternyata ikut deklarasi untuk melawan deforestasi dan mempercepat restorasi hutan dalam Deklarasi Hutan dan Penggunaan Lahan di COP26 Glasgow.

Total ada 114 pemimpin yang ikut deklarasi tersebut, termasuk juga Kanada, China, Rusia, Brasil, dan Kongo. Mereka semua mendukung 85 persen hutan yang mencakup lebih dari 13 juta mil persegi.

Area tersebut menyerap sepertiga CO2 global yang berasal dari bahan bakar fosil setiap tahunnya.

"Hutan-hutan adalah salah satu pertahanan kita terhadap perubahan iklim yang berbahaya," ujar Alok Sharma, Presiden COP26, dalam pernyataan resmi, dikutip Rabu (3/11).

"Momen bersejarah ini akan membantu mengakhiri dampak menghancurkan dari deforestasi dan mendukung negara-negara berkembang dan komunitas masyarakat asli daerah yang merupakan penjaga banyak kawasan hutan dunia," lanjutnya.

Alok Sharma pun turut mengingatkan pentingnya membatas kenaikan suhu bumi pada 1,5 derajat celcius. Sementara, Menteri Siti meminta Indonesia jangan dipaksa deforestasi.

"Memaksa Indonesia untuk zero deforestation di 2030, jelas tidak tepat dan tidak adil. Karena setiap negara memiliki masalah kunci sendiri dan dinaungi Undang-Undang Dasar untuk melindungi rakyatnya," ujar Siti.

Ia pun mencontohkan situasi di Kalimantan dan Sumatera yang jalurnya terputus oleh hutan, sehingga jika tak ada deforestasi maka tidak ada jalan.

selengkapnya di>>> Liputan6.com


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini