Menteri LHK Siti Nurbaya Kritik Istilah Deforestasi: Tak Sesuai di Indonesia

Redaksi Redaksi
Menteri LHK Siti Nurbaya Kritik Istilah Deforestasi: Tak Sesuai di Indonesia
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

GLASGOW - Pemerintah Inggris memberikan investasi dana terkait hutan di Indonesia untuk melawan deforestasi. Program itu senilai 350 juta pound sterling (Rp 7 triliun).

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyebut pendanaan ini adalah dari program global Inggris sebesar 1,5 miliar pound sterling (Rp 30 triliun) untuk menghentikan dan membalikkan deforestasi di dunia.

Di COP26 Glasgow, Presiden Jokowi juga sudah ikut deklarasi untuk melawan hilangnya lahan hutan. Ironisnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar justru meminta agar Indonesia tidak dipaksa untuk zero deforestasi.

Siti Nurbaya juga menegaskan agar pembangunan di era Jokowi supaya tak dihalangi isu-isu lingkungan. Hal itu ia sampaikan ke PPI Glasgow.

"Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama emisi karbon atau atas nama deforestasi," ujar Siti Nurbaya lewat Twitter, dikutip Kamis (4/11/2021).

Selain itu, Siti Nurbaya menolak istilah deforestasi karena tak cocok di Indonesia.

"Kita juga menolak penggunaan terminologi deforestasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia. Karena di Eropa contohnya, sebatang pohon ditebang di belakang rumah, itu mungkin masuk dalam kategori dan dinilai sebagai deforestasi. Ini tentu beda dengan Indonesia," ujarnya.

Ucapan Siti Nurbaya Bakar menuai kritikan luas dari netizen dan Greenpeace. Sebelumnya, Greenpeace juga mengkritik pidato Jokowi di COP26 yang pro-lingkungan sebagai "omong kosong." Janji restorasi hutan Jokowi juga tak ada artinya.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini