Plt Gubernur Riau Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis

Redaksi Redaksi
Plt Gubernur Riau Ingin Pembangunan Fisik di Sekolah Dilaksanakan OPD Teknis
Pelantikan ratusan pejabat eselon dan puluhan kepala sekolah di Balai Serindit.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Dalam berbagai evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau, sektor pendidikan dinilai harus kembali menempatkan kualitas pembelajaran sebagai prioritas utama. Peran kepala sekolah, guru, serta dinas pendidikan diharapkan berjalan lebih baik agar kualitas generasi muda semakin maksimal.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan pembangunan fisik sekolah sebaiknya tidak lagi menjadi tanggung jawab langsung Dinas Pendidikan. Menurutnya, pengelolaan proyek fisik lebih tepat ditangani OPD teknis yang memang memiliki kewenangan di bidang pembangunan.

“Kemarin saya sudah meminta kepada Pak Sekda agar kegiatan-kegiatan pembangunan fisik sekolah dipindahkan saja ke Dinas PUPR. Biarkan urusan proyek dikerjakan oleh PUPR,” ujarnya di Balai Serindit Pekanbaru, Selasa (26/05/2026).

Dijelaskan, langkah tersebut penting agar tugas pendidikan tidak tercampur dengan urusan teknis pembangunan. Terlebih, fokus utama Dinas Pendidikan beserta tenaga pendidik harus berada pada peningkatan mutu belajar mengajar.

Jika terlalu banyak disibukkan dengan urusan proyek, perhatian terhadap kualitas pendidikan dikhawatirkan menjadi terabaikan.

“Karena tugas utama Dinas Pendidikan dan guru adalah mengajar, bukan sibuk mencari proyek ke proyek. Akibat sibuk mengurusi proyek, perhatian terhadap kurikulum pendidikan menjadi hilang sama sekali,” jelasnya.

Diungkapkan, hal tersebut menjadi pengingat agar sektor pendidikan kembali pada fungsi dasarnya. Secara khusus, ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar memusatkan perhatian pada pengelolaan sekolah.

Plt Gubernur SF Hariyanto mengimbau agar kepala sekolah tidak terlibat langsung dalam urusan proyek sekolah yang dapat memicu konflik kepentingan.

“Untuk Kepala Sekolah, fokuslah mengurus sekolah. Jika ada urusan komite di sana, silahkan diatur dan ditunjuk pengurusnya, tetapi jangan Bapak dan Ibu ikut terlibat di dalamnya,” ungkapnya.

Selain itu, Plt Gubri menerangkan bahwa dirinya telah mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah pejabat pendidikan yang dinilai menyimpang dari aturan. Langkah pencopotan jabatan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dan hasil evaluasi internal.

“Sudah berapa banyak Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang saya copot karena ketahuan berbuat aneh dari laporan-laporan yang masuk ke saya. Oleh karena itu, saya minta kepada kita semua, mohon bekerjalah dengan hati dan dengan ikhlas,” terangnya.

Lebih lanjut, Plt Gubri SF Hariyanto menitipkan pesan khusus kepada seluruh kepala sekolah di Riau agar menjauhi praktik-praktik yang berkaitan dengan proyek pembangunan. Ia menilai integritas aparatur pendidikan harus dijaga demi kepercayaan publik.

“Saya titip pesan kepada para Kepala Sekolah, jangan sekali-sekali main proyek. Jaga integritas kita, malu kita kepada masyarakat. Sekarang ini kedepannya harus siap untuk bekerja sesuai tugas kita,” pungkasnya.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini