BKSDA Wilayah I Riau Translokasi Dua Gajah dari Inhu ke TNTN

Redaksi Redaksi
BKSDA Wilayah I Riau Translokasi Dua Gajah dari Inhu ke TNTN
Foto dokumentasi Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah I Riau

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, tim gabungan terlebih dahut melakukan koordinasi dan sosialisasi kegiatan kepada pihak pemerintah daerah maupun aparat setempat dilakukan.

“Untuk meminimalisir kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami terlebih dahulu menggelar rapat bersama Camat Peranap, Lurah Peranap, Kades Semelinang Darat, Baturijal, Kapolsek Peranap; Danramil 05 Peranap serta tokoh masyarakat,” sebut Hansen.

Usai menggelar rapat, pada Kamis (19/8/2021) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, tim medis dan tim evakuasi bersama Gajah latih yang diberangkatkan pun tiba di lokasi.

Pelatih langsung menempatkan gajah latih di kebun masyarakat yang telah disepakati. Selanjutnya, langsung melakukan koordinasi keamanan saat pelaksanaan maupun akses jalan dari lokasi evakuasi menuju translokasi segera disiapkan.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, gajah liar mendekati dan makan bersama dengan Gajah latih. Sehingga tim akhirnya memutuskan segera dilakukan tindakan evakuasi,” jelas Hansen.

Langkah translokasi berhasil sekitar pukul 20.00 WIB, dan tim gabungan langsung melakukan tindakan evakuasi. “Penangkapan dua gajah itu berhasil dilakukan berhasil sekitar pukul 24.00 WIB,” ucap Hansen.

Jalannya proses evakuasi, ungkap Hansen, berjalan cukup panjang hingga pukul 04.00 WIB dini hari. Setelah itu, kedua Gajah langsung dinaikkan ke dalam mobil angkut.

Dari lokasi, selanjutnya pada hari Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari, tim gabungan langsung melakukan translokasi Gajah liar menuju kawasan Taman Nasional Teso Nillo (TNTN).

“Dua gajah itu disepakati diberi nama Kaesang dan Dodo,” jelas Hansen.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, bersama Gajah latih dua Gajah liar tersebut telah tiba di lokasi pelepasliaran, yang berada dikawasan TNTN.

“Saat ini dua gajah liar itu telah dilepasliarkan dan bergabung dengan kelompoknya yang berada pada salah satu kantong Gajah yang ada di Provinsi Riau,” tutur Hansen.

Hansen tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama melakukan upaya evakuasi dan translokasi. “Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Peranap dan sekitarnya yang telah kondusif serta tidak anarkhis terhadap satwa Gajah sumatera,” tutup Hansen. (MCR)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini