Pemerintah Gagal

Tersisa 56 Ekor Saja, Gajah TNTN Terancam Punah

Redaksi Redaksi
Tersisa 56 Ekor Saja, Gajah TNTN Terancam Punah
dok WWF
Gajah Sumatera
PKL.KERINCI, riaueditor.com- Populasi Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) sesuai data terakhir dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo hanya tersisa 56 ekor saja, menurun drastis dari tahun 2009 sebanyak 200 ekor.

"Itu artinya dalam kurun waktu 4 tahun ini populasi gajah TNTN berkurang sebanyak 144 ekor, dikhawatirkan dua tahun ke depan satwa gajah di TNTN tinggal catatan sejarah saja," Ungkap Didin Hartoyo Humas Balai TNTN kepada riaueditor.com, Kamis (24/4).

Sejak dimulainya era alih fungsi hutan alam (natural forest) ke hutan tanaman yang disponsori oleh perusahaan raksasa PT Riau Andalan Pulp and Paper, satwa gajah liar ini pun semakin tersingkir dari habitatnya.

Satu per satu gajah sumtera ini menemui ajalnya seiring berkurangnya luasan hutan alam dari hari ke hari.

Di sisi lain, berdirinya Tanam Nasional Tesso Nilo yang digaung-gaungkan sebagai benteng terakhir Gajah Sumatera (elephas maximus sumatraen) yang tersisa si Riau, juga tak kuasa melindungi satwa purba kala ini dari ancaman kematian akibat diracun dan aksi perburuan gading gajah.

Menurut keterangan yang kami himpun dari Balai TNTN, pada tahun 2009 populasi gajah liar diperkirakan sekitar 200 ekor, tahun berikutnya 2010 mengalami penurunan menjadi 150 ekor.

Sedangkan pada awal 2013 tercatat hanya 108 Ekor saja. Penurunan populasi hewan dilindungi ini akibat banyaknya ditemukan gajah mati di sekitar areal hutan tanaman PT RAPP.

Di HTI PT RAPP Sektor Baserah, dari pertengahan 2013 hingga awal 2014 ini saja ditemukan 42 bangkai gajah liar di tengah perkebunan akasia PT RAPP.

Hasil kajian populasi gajah liar ini melalui metode CMR dengan analisa DNA kotoran gajah masih dalam tahap analisa DNA kotoran di laboratorium Eijkman Institute.         

"Setelah kita lakukan Estimasi melalui Metode CMR dan Analisa Kotoran Gajah, pada tahun 2009 terdata 200 Ekor gajah liar, dan setiap tahunnya populasi gajah liar di kawasan TNTN terus mengalami penurunan. Data terakhir di awal tahun 2014 ini hanya tersisa 56 ekor saja," ungkap Didin.

Kematian satwa gajah liar ini diluar habitatnya diduga kuat akibat diracun untuk mengambil gadingnya.

"Kalau gajah-gajah liar itu tetap saja memasuki areal HTI PT RAPP, tidak menutup kemungkinan dalam tempo dua tahun kedepan, gajah liar di kawan ini akan punah dan tinggal sejarah. Untuk mengantisipasi agar gajah liar itu tidak masuk ke areal HTI PT RAPP, kita harus secepatnya mengembalikan hutan TNTN seperti semula.," tutup Didin.(dik/har)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini