Siak Segera Miliki Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan

Redaksi Redaksi
Siak Segera Miliki Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan
foto: ist
Dir Binmas Polda Riau Buka Secara Resmi Diklat Bagi Penyuluh kehutanan Swadaya Masyarakat Angkatan III.
SIAK, riaueditor.com - Kabupaten Siak segera memiliki Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP). Demikian disampaikan Kaban BPPKP kabupaten Siak, H Syahrial SE kepada awak media, Rabu (27/04).

Dikatakan Syahrial bersama Ketua Tim Bakorluh Provinsi Riau Rudi Formen telah berkunjung ke sejumlah  Desa pada tanggal 25 dan 26 April kemarin guna memverifikasi dan mesurvei Desa yang memenuhi syarat sebagai Sentra Penyuluhan Kehutanan.

Kami berharap potensi pedesaan berbasis kehutanan dapat ditingkatkan dan dioptimalkan karena bisa menjadi andalan komoditas masyarakat dalam berusaha meningkatkan kesejateraan hidupnya dengan tetap peduli pada konservasi.

Hal ini katanya sejalan dengan semakin pentingnya kita menjaga hutan dan kawasan konservasi guna mencegah global warming. "Kita perlu wadah untuk sosialisasi kegiatan dan pusat informasi perihal kehutanan dengan wadah Sentra Penyuluhan Kehutanan pedesaan," jelas Syahrial.

Sementara itu, Rudi Formen dari Bakorluh Provinsi Riau merasa takjub dan salut dengan upaya masyarakat Pedesaan calon dibentuknya SPKP, terbukti dari kegiatan yang sudah dilakukan.

"Memang SPKP ini sebelumnya adalah Program dari Kementerian Kehutanan namun setelah itu diteruskan oleh Pemprov Riau. Kami melihat sangat urgen dan penting dalam upaya-upaya pencegahan kebakaran kehutanan, pelestarian keanekaragaman hayati, konservasi dan menjaga kawasan konservasi seperti Hutan Lindung, Suaka marga Satwa, Taman Nasional dan lainnya. Dari hasil pengamatan dan penilaian kami langsung kami sangat apresiasi sekali dengan Pemkab Siak karena desa yang diusulkan sangat memenuhi kriteria dan syarat untuk dibentuk SPKP di Empat Desa yang diusulkan tersebut," jelasnya.

Desa yang diusulkan tersebut sambungnya adalah desa Mengkapan yang sudah memiliki Ekowisata Mangrove, Desa Rawa mekar Jaya sudah memiliki Masyarakat Peduli Api hasil swadaya, Desa Merempan Hilir memiliki Potensi Kebun Buah Desa dan berdekatan dengan Buper Tengku Buang Asmara, dan Desa Sialang Sakti dimana salah satu sekolahnya sudah meraih Adiwiyata.

"Ini diluar perkiraan kami sebelumnya, karena di jaman seperti sekarang ini cukup sulit memiliki Masyarakat Peduli Konservasi jika tidak ada penggerak yang bisa diteladani di lapangan. Kami berterima kasih dengan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat(PKSM) yang ada di Kabupaten Siak binaan Dishutbun Kabupaten Siak. Karena walau mereka Swadaya namun bisa optimal mengaplikasikan pengetahuannya ke masyarakat luas," ungkapnya.

Masih menurutnya kedepan sangat berharap semakin banyak PKSM terbentuk dan optimal mengabdikan diri di masyarakatnya guna menciptakan masyarakat yang makmur sejahtera berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK) seperti Budidaya tanaman, Budidaya Biota yang ada seperti perikanan, Ekowisata, jasa lingkungan dan lainnya seperti motto selama ini yang berbunyi masyarakat sejahtera hutan lestari, tutupnya. (adi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini