Penderita ISPA Meningkat Tajam

Kesadaran Warga Menggunakan Masker Rendah

Kadiskes Beri Tips bagi penderita ISPA
Redaksi Redaksi
Kesadaran Warga Menggunakan Masker Rendah
ist.net
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Peningkatan  penderita ISPA di Kabupaten Pelalawan dapat dipastikan akan terus bertambah. Pasalnya, kesadaran warga sangat rendah untuk menggunakan masker pada saat beraktifitas di luar rumah.

Dari pantauan riaueditor di lapangan, di Ibu Kota Pangkalan Kerinci meski pembagian masker telah dilakukan oleh berbagai pihak sepekan terakhir, namun kesadaran warga untuk menggunakannya sangat rendah. Seperti para pengendara roda dua di Jalan Lintas Timur dan Akasia pengguna masker bisa dihitung jari. Parahnya banyak terlihat bocah yang berusia 5 hingga 10 tahun bermain di luar rumah sasmbil menghirup asap yang berisiko terinfeksi ISPA.

Kabid P2PL Diskes Pelalawan, Dr Rafles, Rabu (19/2) menyatakan Kondisi saat ini cukup mengkhawatirkan, pagi hari ini sudah tercatat 1503 kasus penderita ISPA. Sebelumnya, kemarin di hari Selasa (18/2/2014) jumlah penderita ISPA akibat kabut asap di daerah ini sebanyak 866 kasus.

"Data yang diperoleh Diskes dari puskesmas-puskesmas di daerah ini, pagi ini saja sudah tercatat 1503 kasus. Jumlah kasus di beberapa wilayah seperti Kecamatan Pangkalan Kerinci sebanyak 294 kasus, Pangkalan Kuras 286 kasus, Kuala Kampar 276 kasus, Kerumutan 179 kasus dan beberapa Kecamatan lain," terangnya.

Dari jumlah tersebut Kecamatan Kerinci merupakan jumlah tertinggi kasus ISPA. Dan jumlah penderita ISPA akan terus bertambah mengingat sampai saat ini kabut asap masih menyelimuti Pelalawan, ungkap Rafles.

Sementara itu Kadiskes Pelalawan Dr Endid RP via seluler memberikan tips untuk menghindari ISPA atau pun bagi para penderita ISPA. Menurutnya, ISPA bukan penyakit yang berbahaya, namun menganggu pernapasan. Penyekit ini tidak sampai menimbulkan kematian.

"Kondisi saat ini sebaiknya masyarakat mengkonsumsi banyak air putih, makan makanan yang bergizi serta istirahat yang cukup dan tidak banyak melakukan aktifitas di luar ruangan. Itu bagi yang belum dan yang sudah terkena ISPA. Bagi yang sudah terserang ISPA agar dapat segera berobat ke puskesmas, pustu atau rumah sakit terdekat," terangnya.

Ditambahkan Endid, gejala penderita ISPA yakni batuk, demam dan tingkat parahnya adalah sesak nafas. "Memang penyakit ini tidak tergolong berbahaya. Namun demikian masyarakat juga harus waspada dan berhati hati. Udara saat ini sangat tidak sehat. Oleh karena itu masyarakat agar dapat menjaga kesehatan dengan baik," tutupnya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini