Kebakaran Hutan di Riau, BMKG Mendeteksi 73 Titik Panas

Redaksi Redaksi
Kebakaran Hutan di Riau, BMKG Mendeteksi 73 Titik Panas
ilustrasi

PEKANBARU, riaueditor.com - ‎Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda sebagian daerah di Provinsi Riau. Lahan terbakar meliputi kebun milik masyarakat dan perusahaan. Akibatnya, titik api bermunculan dan kabut asap kembali menyelimuti udara Riau. 


Berdasarkan pantauan Satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sabtu (29/9/2018) pagi, hotspot atau titik panas terdeteksi di 73 titik. 


"Stasiun kita mendeteksi ada 73 titik panas di sebagian wilayah Riau, itu ditemukan di 4 kabupaten," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sukisno, kepada riaueditor.com.


Ia menjelaskan, sebaran titik panas itu terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 3 titik, Pelalawan 6 titik, Indragiri Hilir terbanyak yakni 51 titik serta Indragiri Hulu dengan 13 titik panas.


Dari angka titik panas itu, kata Sukisno, Riau level confidence sebanyak 70 persen. Hal tersebut menimbulkan adanya 54 titik api. 


Titik api itu disebabkan dari adanya kebakaran hutan dan lahan. ‎BMKG mendeteksi titik api itu 3 kabupaten.


"Di Kepulauan‎ Meranti ada 1 titik api, di Indragiri Hilir 41 titik, sedangkan di Indragiri Hulu ditemukan 12 titik," jelasnya. 


Sementara untuk prakiraan cuaca ‎pada Sabtu pagi cerah berawan, begitu juga dengan siang hari cerah berawan. Sedangkan potensi hujan ringan bersifat lokal terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hilir dan Kampar.


"Prakiraan malam hari ini cerah berawan, dini hari esok juga cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 23.0 hingga 34.0°C. Kelembapan udara 45 hinga 97 persen," jelas Sukisno.


Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan pihaknya sedang berupaya melakukan pemadaman baik melalui udara maupun darat. Tim darat dari personel BPBD, Manggala Agni, TNI Polri, serta masyarakat dikerahkan untuk memadamkan api.


"Sedangkan dari udara kita kerahkan 3 jenis helikopter untuk melakukan water bombing atau bom air di titik kebakaran lahan masyarakat. Kalau kebakaran terjadi di perusahaan, itu mereka yang memadamkan sendiri," pungkas Edwar. (**)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini