Kabut Asap Tebal, Siaga Satu Karhutla Pelalawan Dipertanyakan

Penderita ISPA Bertambah 2 Kali Lipat menjadi 866 Kasus
Redaksi Redaksi
Kabut Asap Tebal, Siaga Satu Karhutla Pelalawan Dipertanyakan
JUL/riaueditor.com
Kabut asap menyelimuti Kota Pangkalan Kerinci. foto diambil dari depan Kantor Bupati Pelalawan Selasa (18/2/2014).
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Meskipun hot spot atau titik panas  yang terpantau dari Satelit NOAA di Kabupaten Pelalawan hanya satu dan Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) dibawah 100, namun kondisi asap 2 hari belakangan ini semakin tebal.

"Tak urung membuat kondisi ini menyebabkan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus bertambah. Jika minggu lalu penderita ISPA diangka 400 sekarang sudah 866 kasus."

Seperti yang diungkapkan Kadiskes Pelalawan Dr Endit RP melalui Kabid P2PL Diskes Pelalawan Dr Rafless, mengatakan bahwa saat ini memang terjadi peningkatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah ini. Dari data yang ada, penyakit akibat asap sampai dengan tanggal 18 Februari tercatat 866 kasus.

"Dari jumlah tersebut, yang terbanyak terjadi di Pangkalan Kuras dengan 286 kasus, Pangkalan Kerinci 134 kasus dan Pangkalan Lesung 109 kasus," terangnya.

Yang membuat semakin miris, dari pantauan riaueditor di tempat praktek dokter anak di Pangkalan Kerinci beberapa hari yang lalu pasien anak-anak yang rata-rata berumur 5 hingga 6 tahun yang masih duduk di PAUD dan TK terserang infeksi saluran pernafasan.

Akibat asap yang semakin menebal ini, sejumlah warga mempertanyakan siaga satu karhutla di Pelalawan. Seperti yang dikatakan Ery (40 tahun) warga Pangkalan Kerinci yang kesal dengan kondisi asap yang semakin tebal.

"Siaga satu seperti kegiatan seremonial saja bang. Sampai sekarang asap kebakaran hutan dan lahan semakin tebal. Saya baca dikoran Teluk Meranti paling banyak titik apinya. Ada asap tentu tidak ada Api, pasti ada pelaku pembakaran, apa sampai hari ini sudah ada pelaku yang ditangkap? tanyanya. Tingkat pencemaran udara di Pelalawan sudah cukup parah dan tidak bisa didiamkan," tegasnya.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini