HTI PT RAPP Sumber Petaka Habitat Gajah Sumatera

Redaksi Redaksi
HTI PT RAPP Sumber Petaka Habitat Gajah Sumatera
dik/oketimes
Zainudin, ketua LSM Merah Putih Kabupaten Pelalawan
PKL. KERINCI, riaueditor.com- Siapa sangka hamparan luas monokultur acasia yang dibangun PT Riau Andalan Pulp and Industri (RAPP) di Riau menjadi neraka bagi ribuan gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) terutama di Kabupaten Pelalawan dan wilayah Riau lainnya. PT RAPP ancaman besar bagi kelangsungan hidupan liar di alam Sumatera.

Sejak hadirnya Hutan tanaman acasia PT RAPP yang maha luas bersama perusahaan anakannya dan group maupun mitra, cepat atau lambat gajah liar di daerah itu akan punah ranah.

“Anak cucu nantinya hanya sekedar mendengar dongeng pengantar tidur jika dahulunya di daerahnya pernah hidup ribuan gajah liar, satwa langka dinosaurus terbesar dan terancam punah saat ini.”
Hal itu bukan isapan jempol belaka,  dengan kematian populasi gajah liar di dalam areal monokultur acasia PT RAPP. Awal tahun 2014 ini saja kembali ditemukan tujuh bangkai gajah di dalam konsesi PT RAPP.

Menurut data dari WWF Riau, dari tahun 2011 hingga Februari 2014 ini saja sudah lima puluh enam (56) gajah liar mati, setengahnya berada di areal konsesi PT RAPP milik penguasa hutan Riau Sukamto Tanoto itu.

"Dari data kita, gajah Riau yang mati dari 2011 sampai 2014 tercatat lima puluh enam ekor, dan separuhnya mati di areal HTI PT RAPP," pungkas Syamsidar, Humas WWF Riau.

Namun sayang, pihak yang diberi wewenang oleh negara untuk mngungkap kematian gajah tersebut sampai saat ini tidak dapat mengungkap siapa dalang dibalik kematian satwa langka itu. Masyarakat Pelalawan menilai, pihak berwenang untuk mengungkap kasus kematian gajah liar selama ini hilang tajinya ketika berhadapan dengan PT RAPP.

“Kami tidak yakin kalau kematian gajah liar di areal HTI PT RAPP yang  selama ini terjadi akan terungkap, kami melihat penegak hukum kalau berhadapan dengan PT RAPP tajinya langsung patah, dan suaranya pun hilang,” ungkap Zainudin, ketua LSM Merah Putih Kabupaten Pelalawan yang juga tokoh masyarakat Pelalawan ini.

Ditambahkannya, kalau luas izin konsesi HTI PT RAPP tidak ditinjau lagi, cepat atau lambat populasi gajah liar di Riau khususnya Kabupaten Pelalawan akan punah ranah dan akan tinggal sejarah. (dik)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini