Al Azhar: Kedatangan Jokowi Sangat Terlambat

Redaksi Redaksi
Al Azhar: Kedatangan Jokowi Sangat Terlambat
Af/riaueditor
Al Azhar: Kedatangan Jokowi Sangat Terlambat.
PEKANBARU, riaueditor.com -Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Al Azhar mengatakan kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Riau, tidaklah akan mengubah apa-apa lagi karena dinilai sudah sangat terlambat, baik untuk meredakan kemarahan dan mengobati kekecewaan masyarakat Riau, maupun untuk penanganan asap dan cedera kemanusiaan yang telah ditimbulkan.

"Sebaiknya Jokowi memimpin langsung beberapa tindakan penyelamatan konstitusional yang dalam hal itu kita sebut sebagai Nawacita Riau. Diantaranya, memerintahkan Mentri Kesehatan yang "genit" itu untuk memperbaiki penanganan kesehatan masyarakat terdampak asap dan memulihkan kesehatan pasca bencana," katanya, Jumat (9/10).

Selain itu, sambung Al Azhar, kompensasi kerugian keekonomian masyarakat terutama kelompok miskin dan prasejahtera, nelayan, petani dan buruh seperti yang digagas Mensos.

"Selain itu juga, kita minta presiden untuk mengawal ketat proses penegakan hukum oleh aparat, dan memastikan hukum yang setimpal dengan kejahatan luar biasa yang dilakukan pembakar lahan baik koorporasi maupun perorangan. Sedangkan desakan yang ke tiga adalah penghentian permanen izin dan eksploitasi baru hutan-tanah di Riau khususnya, di Sumatera, Kalimantan umumnya. Dan naturalisasikan lahan gambut di manapun di Indonesia," sebutnya.

Terkait dengan perizinan dan kepatuhan operasional perusahaan HTI, juga menurut Al Azhar pelru diaudit termasuk memastikan kesesuaian luas lahan yang perusahaan dengan izin yang diberikan. Yang keenam, diminta kepada Presiden agar segera menyelesaikan konflik dan tumpang-tindih kepemilikan lahan di Riau dengan asas penghormatan dan pengakuan mutlak terhadap hak-hakdan sejarah Melayu Riau.

"Moratorium perpanjangan izin HTI atau sawit di Riau sampai ada kesepakatan-kesepakatan baru dengan pemilik hak-hak adat dan sejarah Melayu. Kita juga menggesa agar tata ulang kawasan konservasi di Riau yang sekarang faktanya sebagian sudah dirambah dan jadi kebun sawit dan sebagian lagi tumpang-tindih dengan ruang hidup masyarakat adat," tuturnya.

Yang ke sembilan, wujudkan pusat-pusat industry hilir di Dumai, Buton dan Kuala Enok sebagaimana dirancang bersama pemerintahan sebelumnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini