56 Pengurus PMI se Kabupaten Bengkalis di Lantik

Redaksi Redaksi
56 Pengurus PMI se Kabupaten Bengkalis di Lantik
zal
Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Bengkalis masa bakti 2015/2020
BENGKALIS, riaueditor.com - Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan barisan terdekat dengan masyarakat dan memiliki peran penting dalam mengemban tugaske manusiaan. Untuk itu Senin (7/9) dilaksanakan pelantikan bagi 8 pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Bengkalis sebanyak 56 orang dilantik oleh Pj Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie diwakili Setda Bengkalis, H Burhanuddin di Gedung Daerah Kabupaten Bengkalis.

Dalam ketentuan organisasi PMI, pengurus tingkat masing-masing Kecamataan berjumlah 7 orang.  Karena itu, seluruh pengurus PMI kecamatan dituntut untuk aktif melakukan komunikasi dengan lembaga/instansi terkait serta masyarakat di seluruh pelosok desa.

" Langkah ini penting untuk semakin memperkokoh eksistensi PMI di tengah-tengah masyarakat, sehingga PMI Kecamatan mampu mewujudkan gerakan kepalang merahan berbasis masyarakat, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat," kata Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, dalam upaya mewujudkan gerakan kepalang merahan berbasis masyarakat, kepada seluruh pengurus PMI Kecamatan yang baru dilantik, Pj Bupati berpesan harus segera mengadakan konsolidasi. Kemudian pahami tugas pokok dan fungsi sebagai pengurus, serta membuat program kerja yang sesuai dengan situasi dan kondisi Kecamatan masing-masing yang mengacu dan selaras dengan program kerja PMI kabupaten.

" Jangan sampai setelah dilantik dan dikukuhkan, tidak ada tindak lanjut dan langkah-langkah konkrit. PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, harusnya tanggap dan dicintai oleh masyarakat dapat diwujudkan, selain di butuhkan kerja keras dan kerja sama, para pengurus juga harus membangun kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait," ungkapnya.

Burhanuddin juga berharap agar seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten untuk lebih giat dan kreatif dalam melakukan sosialisasi. Terus membangkitkan kepedulian dan kesadaran masyarakat agar secara sukarela menjadi pendonor darah. Sebab selama ini, imbuhnya, ada sebagian dari masyarakat di daerah ini yang masih takut bahkan kurang peduli untuk menjadi pendonor darah.

" Selaras dengan program yang telah dicanangkan PMI Pusat, maka untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat sebagai pendonor darah, seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten ke depan hendaknya dapat membentuk program desa donor darah," harapnya.

Menurutnya, program desa donor darah sangat penting dan diperlukan. Khususnya untuk membantu sesama dan ibu melahirkan yang beresiko tinggi karena mengalami pendarahan. Sebab salah satu penyebab meningkatnya kasus kematian ibu dikarenakan tidak memperoleh penanganan yang memadai ketika kasus pendarahan pada saat melahirkan.

" Apalagi berdasarkan data yang kami peroleh, kebutuhan donor darah di kabupaten bengkalis pada umumnya didominasi oleh pasien melahirkan dan penderita penyakit demam berdarah. Fakta ini hendaknya menjadi sebuah alasan, bagi seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten untuk segera mewujudkan program desa donor darah," ungkapn Burhanuddin.

Selain menguatkan fungsi program desa donor darah, peran lain yang tak kalah penting, yakni upaya memberdayakan generasi muda melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di setiap sekolah yang ada di seluruh kecamatan. Keberadaan PMR ini merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana.

" Sekaligus untuk mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI, khususnya di kalangan generasi muda," bebernya. (zal)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini