KPK Catat 22 Gubernur dan Ratusan Kepala Daerah Lainnya Tersangkut Korupsi

Redaksi Redaksi
KPK Catat 22 Gubernur dan Ratusan Kepala Daerah Lainnya Tersangkut Korupsi
Pekerja membersihkan debu yang menempel pada tembok dan logo KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/11). Pemprov Papua merupakan daerah yang memiliki risiko korupsi tertinggi dengan. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan pentingnya memperkuat integritas untuk menghindari perilaku koruptif. Sebab, berdasarkan catatan KPK, sebanyak 22 gubernur sudah dijerat lantaran terlibat korupsi.

"Catatan KPK (selama KPK berdiri) para gubernur sudah 22 orang tersangkut korupsi, padahal provinsi kita hanya 34," ujar Firli dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021).

Sementara kepala daerah setingkat bupati dan wali kota sudah 122 orang yang dijerat KPK dari 542 pemerintahan kota/kabupaten. Firli mengaku miris dengan banyaknya kepala daerah yang terlibat tindak pidana korupsi.

"Ini angka yang menjadi keprihatinan kita semua," kata dia.

Maka dari itu, Firli berharap kepada seluruh penyelenggara negara untuk menanamkan nilai integritas dalam diri. Firli yakin integritas yang ada dalam diri penyelenggara negara bisa menjadikan Indonesia bersih dari perilaku koruptif.

"Karena integritas lah yang bisa mencegah, mengurangi dan mengurungkan niat untuk melakukan korupsi," kata Ketua KPK.

Strategi Pemberantasan Korupsi

Selain itu, Firli memandang strategi pemberantasan korupsi dengan mengintegrasikan tiga pendekatan pendidikan, pencegahan, dan penindakan sudah tepat. Upaya penindakan, katanya, untuk memberikan efek jera.

"Sedangkan, pendidikan untuk mencegah keinginan dan perilaku koruptif, serta perbaikan sistem untuk mencegah dan menutup peluang korupsi," kata Firli.

(sumber: Liputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini