Sidang Lanjutan Kasus Karlahut PT PLM, Majelis Hakim Sebut Saksi Berbelit-Belit

Redaksi Redaksi
Sidang Lanjutan Kasus Karlahut PT PLM, Majelis Hakim Sebut Saksi Berbelit-Belit
ali/riaueditor.com
Sidang Lanjutan Kasus Karlahut PT PLM, Majelis Hakim Sebut Saksi Berbelit-Belit
RENGAT, riaueditor.com - Pengadilan Negeri (PN) Rengat kembali menggelar sidang lanjutan kasus Karlahut PT Palm Lestari Makmur (PLM) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (23/3/16.

5 orang saksi dihadirkan dalam sidang tersebut yakni Ridwan (Humas PT PLM), Fitri Suryani (Admin), Joni Hartono (Karyawan), Isgiantoro (Karyawan) dan Alan Ardiansyah (Karyawan).

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rengat Moh Sutarwadi SH yang menjadi Ketua Mejelis Hakim dalam sidang tersebut sedikit gerah saat Ridwan menyampaikan kesaksiannya dan sempat mewarning saksi.

Majelis Hakim menilai kesaksian Ridwan (Humas PT PLM) yang merupakan pensiunan PNS di Disnaker Pemkab Inhu sejak tahun 2012 itu berbelit-belit.

"Jika memberikan keterangan palsu saudara saksi bisa di pidana loh," kata Moh Sutarwadi selaku Ketua PN sekaligus sebagai Ketua Majelis Hakim kepada Ridwan.

Moh Sutarwadi mempertegas ancaman pidana kepada Riduan karena keterangan saksi yang ia berikan tentang insiden Karlahut di area Kebun PT PLM justru berbeda dengan isi BAP dan data yang diterima PH tiga orang terdakwa Karlahut.

Anehnya mantan PNS Pemkab Inhu ini kembali mengklaim menjabat sebagai Humas di PT PLM sebagaimana SK yang ia lihat sejak tahun 2014 atau sekitar 2 tahun setelah Pensiun justru berbeda dengan akta notaris Perusahaan yang mencatat atas nama Ridwan sudah menjabat sebagai Humas sejak tahun 2011.

"Pada tahun 2011 saudara masih menjabat sebagai PNS, tapi kenapa bisa sebagai Humas? apa bisa?," cecar hakim anggota, Wiwin Sulistya SH.

"Tidak benar Pak Hakim, saya menjadi Humas di PLM sejak tahun 2014, bukan tahun 2011", sanggah Ridwan. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini