Sebut Audit BPK Ngaco, Ahok Akan Beberkan ke Penyidik KPK

Redaksi Redaksi
Sebut Audit BPK Ngaco, Ahok Akan Beberkan ke Penyidik KPK
Foto: Heru Heryono/Okezone
Ahok di KPK
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan Ahok ini untuk dimintai keterangannya terkait penyelidikan dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Pemanggilan ini merupakan pemanggilan perdana bagi Ahok dalam penyelidikan dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Ia datang sekira pukul 09.05 WIB dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Ahok mengaku siap diperiksa penyidik KPK untuk memberikan semua keterangan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. Termasuk siap untuk membeberkan soal adanya selisih audit kerugian negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Saat ditanya awak media soal audit investigasi yang telah dilakukan BPK itu, Ahok menyebut audit BPK itu 'ngaco' sehingga ia akan membeberkan semuanya kepada penyelidik KPK.

"Makanya itu kan audit BPK dan KPK sudah pernah audit investigasi ya kan? Sekarang saya pengen tahu KPK mau nanya apa, orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok," tukas Ahok saat tiba di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Seperti diketahui, dugaan penyelewengan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras saat ini tengah diusut oleh lembaga antirasuah. Agus Rahardjo Cs menduga ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pembelian lahan tersebut.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun telah menyampaikan hasil audit investigasi khusus pengadaan lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras ke KPK. Dari audit tersebut, ada enam penyimpangan yang ditemukan BPK, mulai dari pembentukan harga hingga penyerahan hasil.

BPK sebelumnya menilai pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektare untuk membangun pusat pengobatan kanker dan jantung itu merugikan Pemprov DKI Jakarta sebanyak Rp191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit.

BPK mengindikasikan adanya penggelembungan harga dalam pembelian tanah. Mereka pun memanggil sejumlah pihak, mulai dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, hingga mantan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan untuk dimintai keterangan.


(sus/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini