Satreskrim Polres Rohul Dalami Kasus Dugaan Honorer Ilegal

Redaksi Redaksi
Satreskrim Polres Rohul Dalami Kasus Dugaan Honorer Ilegal
ys/riaueditor
Penandatanganan komitmen Kejari Pasirpengaraian dalam pemberantasan kasus-kasus Korupsi.
PS.PANGARAIAN, riaueditor.com - Satreskrim Polres Rohul saat ini sedang mendalami kasus dugaan praktek pungutan liar (Pungli) tanpa jalur sah yang dilakukan oknum PNS di lingkungan Pemkab Rohul.

Demikian ditegaskan Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono SIK,MHum, melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Muhammad Wirawan Novianto, saat menyambut aksi damai puluhan massa dari KOMMPAK di Mapolres Rohul, Senin (18/1) siang.

Pada aksi damai itu, massa KOMMPAK mengindikasikan dugaan praktek pungli terhadap perekrutan tenaga honorer ilegal atau tanpa pengumuman dan prosedur, seperti terjadi di Kantor Satpol PP Rohul, sebesar Rp 30 hingga Rp 50 juta per orang.

Namun, terkait dugaan pungli perekrutan tenaga honor ilegal tanpa pengumuman tidak resmi ini, AKP M Wirawan mengatakan pada saat ini baru tahap awal untuk melakukan penyelidikan kasus dugaan SK Tenaga Honorer Palsu di RSUD Pasirpangaraian.

Diakuinya, di SK honorer diduga terjadi pemalsuan tanda tangan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rohul, Fajar Sidqy yang diduga dilakukan oleh oknum PNS. Kasus dugaan pemalsuan tersebut ditanda tangani sendiri lalu didalami Kepolisian karena ada laporan.

"Soal dugaan SK Honorer sejauh ini kita sedang melacak barang bukti SK honorer tersebut. Dari keterangan saksi-saksi, SK ini dikumpulkan ke seseorang (oknum PNS), namun berpindah-pindah. Ada yang mengatakan sudah di Pekanbaru, tapi terus kita kejar," ujar AKP M Wirawan.

"Sementara ini untuk RSUD Pasir Pengaraian sedang dilakukan penyelidikan, kita satu-satu dulu," tambah AKP M Wirawan.

Ditanya dugaan Pungli di instansi lain apakah akan didalami juga oleh Polres Rohul, AKP M Wirawan menegaskan, terlepas dari tuntutan massa KOMMPAK yang meminta komitmen Polres Rohul dalam memberantas korupsi, menurut AKP M Wirawan kehadiran massa akan jadi motivasi bagi Polres Rohul dalam pengungkapan korupsi, sebab LSM, mahasiswa, pemuda, sudah siap memback up membantu tugas Kepolisian.

"Apapun laporan masyarakat akan kami terima. Namun laporan kan baru dugaan awal, data harus kita telaah, dimana kerugian negara, termasuk meminta hasil audit BPKP," pungkas AKP M Wirawan. (yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini