Kasus Mutilasi di Bengkalis Terungkap, Pelapor ke Polisi Ternyata Seorang Pelaku

Redaksi Redaksi
Kasus Mutilasi di Bengkalis Terungkap, Pelapor ke Polisi Ternyata Seorang Pelaku
riaueditor.com
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM dan Dir Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Agus Santoso Sik serta Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono Sik.
PEKANBARU, riaueditor.com - Misteri pembunuhan berikut mutilasi terhadap korban Bayu Santoso. (27) warga Jalan Datuk Laksmana, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bangkalis, yang dilakukan oleh Harianto alias Awi (31), pada Jumat (24/3/2017) malam lalu mulai terkuak.

Dalam melakukan aksinya, Awi ternyata tidak sendirian. Dirinya dibantu oleh dua pelaku lainnya yang merupakan rekannya yakni, Gondrong dan AA.

Hal ini dikatakan oleh Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono Sik didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM dan Dir Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Agus Santoso Sik dalam jumpa persnya di Mapolda Riau Jalan Sudirman, Kamis (30/3/2017).

Tersangka Gondrong merupakan orang yang pertama kali melaporkannya ke Polsek Rupat Utara, Resort Bengkalis. "Ia merupakan salah satu dari tiga tersangka kasus pelaku pembunuhan disertai mutilasi," kata Hadi Wicaksono.

Dijelaskannya, bahwa pemilik toko bernama Awi merupakan pelaku pertama kali yang menikam korban Bayu Santoso dengan bantuan Gondrong dan AA. Pelaku AA yang hingga sejak pertama kali melarikan diri hingga saat ini belum diketahui dimana keberadaannya.

"Ketiga tersangka melakukan pembunuhan tersebut pertama kali dengan merencanakannya di toko milik Awi. Selanjutnya Gondrong menelepon korban Bayu Santoso agar datang ke Rumah Bilyar milik Awi dan setelah datang ke bilyar ketiga orang ini menghabisi korban," ujar Hadi.

Dalam aksinya, korban pertama kali menerima tikaman sangkur dari Awi dibantu Gondrong dan AA yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban, sehingga korban Bayu jatuh tersungkur bersimbah darah. Melihat korban tewas bersimbah darah, Gondrong dan AA merasa sangat ketakutan dan langsung kabur dari ruko tersebut.

Melihat dua rekannya panik, Awi yang tinggal sendirian ikutan panik. Untuk menghilangkan jejaknya, Awi yang tinggal diruko bersama anaknya yang masih berusian 5 tahun, akhirnya memutuskan memutilasi korban untuk menghilangkan jejak.

"Awi lantas memutilasi korban hingga 13 potongan dan kemudian memasukkannya ke dalam koper," beber Hadi.

Setelah selesai memutilasi sendirian, Awi selanjutnya kabur ke Jakarta dengan membawa anaknya. Terakhir pelarian tersangka dihentikan oleh tim gabungan Polres Bengkalis dan Polda Riau yang berhasil mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka dan menciduknya di Apartemen Teluk Intan Tower Topaz unit 8Y2 di Lantai 8 Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam keterangan terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik,MM mengungkapkan, dari hasil keterangan Dokter RS Bhayangkara Polda Riau yang melakukan visum, terdapat sangat banyak tikaman senjata tajam di tubuh korban.

"Namun yang membuat korban Bayu tewas adalah tikaman ke arah dada yang menembus jantung dan kemudian tikaman yang membuat robek paru parunya," ujar Guntur sambil menutup persnya. (gam)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini