Jelang Sertijab Kades, Widodo Bawa Kabur Dana Desa

Redaksi Redaksi
Jelang Sertijab Kades, Widodo Bawa Kabur Dana Desa
ilustrasi

RENGAT, riaueditor.com - Proyek pembangunan perawatan jalan dan pembangunan gorong-gorong dengan pagu sekitar Rp.150 juta, merupakan proyek dana desa pos anggaran APBN yang tidak dikerjakan di TA 2017 kemarin, dan dinyatakan silva oleh Kades Pematang Manggis Kecamatan Batangcenaku, Inhu, Riau. Kuat dugaan dana tersebut dibawa kabur oleh sang Kepala Desa.

Mantan Kades Pematang Manggis, Sarwono kepada awak media ini, Senin (26/2) mengatakan, sudah sekitar tiga pekan ini Kepala Desa Pematang Manggis, Widodo kabur dari desa Pematang Manggis. Diduga Widodo yang masih aktif menjabat sebagai Kades Pematang Manggis ini kabur ke kampung halamannya di Trenggalek, Jatim.

Menurut Sarwono, Widodo melarikan diri diduga membawa dana silva dana desa TA 2017 yang akan dikerjakan TA 2018, atau bisa juga diduga Kades Widodo telah membuat pertanggung jawaban palsu yaitu, meng SPJ kan dana yang dikatakannya silva, namun memang tidak dikerjakan dengan pekerjaan fiktif.

Tidak itu saja, pembangunan embung desa yang nilainya Rp.130 juta pun dinilai telah dimark up, sebab kata Sarwono, embung itu sejak eranya menjadi kepala desa sudah digalinya dengan alat berat, dan Kades Widodo hanya tinggal melanjutkannya saja lagi, "Ya sekitar menghabiskan dana Rp.30 juta lagi, dan itu sudah bagus dan siap untuk digunakan masyarakat," imbuhnya.

Ditambahkan Sarwono lagi, rumah kediaman berikut perabotannya diduga sudah dijual, dan kini rumah itu dalam kondisi kosong, "Ini sama artinya Kades Widodo sudah melarikan diri, tanpa diketahui tetangganya dan atau warganya bahkan aparat desapun tidak ada yang mengetahui kemana Widodo kabur," katanya.

Padahal, Kades terpilih Basori rencananya akan dilantik dan diambil sumpahnya pada akhir Februari 2018 ini, "tentu saja usai acara pelantikan akan dilaksanakan pula acara serah terima jabatan dari pejabat lama Widodo kepada pejabat baru, Basori. 

Khawatir akan dipertanyakan masalah dana desa yang dikatakan Widodo silva sekitar Rp.150 juta itu, diduga Kades Widodo kabur bersama keluarganya ke Jatim.

Disampaikan Sarwono, bahwa sekitar sebulan lalu dia didatangi Widodo di kediamannya, Widodo minta agar Sarwono tidak lagi menghujat dirinya terkait penggunaan dana desa. "Kala itu Widodo memberikan uang kepada Sarwono Rp.3 juta, uang itu langsung ditolak Sarwono, selanjutnya Widodo datang kedua kalinya memberikan uang Rp.10 juta, namun ditolak juga oleh Sarwono, hingga Widodo melarikan diri sebelum dilakukannya acara serah terima jabatan Kepala Desa kepada Basori.

Kades terpilih, Basori dikonfirmasi awak media ini Senin, (26/2) mengatakan tidak mengetahui kemana Kades Widodo melarikan diri, namun Basori mengetahui kondisi rumah Kades saat ini sudah kosong berikut isinya.

Ditanya masalah dana silva sebesar Rp.150 juta untuk pembangunan perawatan jalan dan pembangunan gorong gorong, Basori tidak mengetahui hal itu, sebab belum menjabat secara defenitif sebagai Kades Pematang Manggis.

Camat Batangcenaku, Basuki dikonfirmasi Senin (26/2) mengatakan, sudah menerima laporan kaburnya Kades Widodo, hanya saja belum sempat melakukan pengecekan langsung ke lapangan, “Maaf ya saya sedang mengikuti rapat, nanti disambung lagi” Kata Camat Basuki. (zap)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini