Aksi Brutal Polisi di Musholla RRI, Dua Perwira Menengah Polresta Terperiksa

Redaksi Redaksi
Aksi Brutal Polisi di Musholla RRI, Dua Perwira Menengah Polresta Terperiksa
doc.rtc
PEKANBARU, Riaueditor.com- Aksi brutal yang dilakukan oknum polisi terhadap sejumlah mahasiswa Universitas Riau (UR) yang terjadi di dalam Mushalla RRI Jalan Sudirman dan dinilai arogan penanganan kasusnya masih berlanjut di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau. Selain Bintara yang terlibat langsung, dua perwira Polresta Pekanbaru juga turut diperiksa.

Kabid Propam Polda Riau AKBP Budi Santoso kepada Riaueditor, Senin (15/12) siang, membenarkan pemeriksaan tersebut, Menurutnya, saat ini pemeriksaan tambahan saksi masih berlangsung. Termasuk dua perwira yang menjabat sebagai kepala satuan (Kasat) di Polresta Pekanbaru yakni, Kasat Intel Kompol Bainar dan Kasat Sabhara Kompol Bob Martin yang telah dimutasi menjadi Kabag Ops Polres Tembilahan.

"Pemeriksaan terhadap kedua Kasat ini masih berlangsung. Mereka diperiksa karena saat itu mereka ada di TKP saat pemukulan terjadi," ujar Budi.

Terkait kasus arogansi kepolisian yang telah mencederai perasaan umat muslim ini, dari pemeriksaan yang dilakukan Propam Polda Riau, sudah empat orang oknum polisi dinilai bertanggungjawab dan ditetapkan sebagai terperiksa atau tersangka. Termasuk didalamnya adalah Kompol Darmawan Marpaung (DM) yang saat kejadian menjabat sebagai Kabag Ops Polresta Pekanbaru.

Namun, Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Harianto Watratan yang juga ada di lokasi saat kejadian, belum mendapat pemanggilan dari Propam Polda Riau.

"Ada empat orang yang statusnya telah dinaikkan dari terduga menjadi terperiksa. Termasuk Kompol Darmawan Marpaung, baru itu saja," jelas Budi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penyerangan mahasiswa oleh polisi ini terjadi pada Selasa (25/11) sore lalu. Saat itu mahasiswa yang melakukan aksi demo di RRI dibubarkan secara paksa oleh aparat polisi karena dinilai tidak memiliki izin.

Karena ketakutan banyaknya mahasiswa yang dipukuli polisi, sebagian mahasiswa berlindung di dalam mushalla yang ada di samping Kantor RRI. Ternyata pihak polisi dengan arogannya terus mengejar mahasiswa hingga ke dalam mushalla tanpa menanggalkan sepatu menginjak-injak lantai mushalla dan sajadah tempat ibadah.

Atas insiden ini, selain puluhan mahasiswa terluka tindak brutal polisi yang menerobos masuk ke dalam tempat suci tersebut lengkap dengan sepatu juga menyebabkan lemari kecil tempat menyimpan sajadah dan Al Qur`an rusak.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini