Ditegur Kerja Tak Becus, Ketua RT Dihajar Kontraktor

Redaksi Redaksi
Ditegur Kerja Tak Becus, Ketua RT Dihajar Kontraktor
ilustrasi
PELALAWAN, riaueditor.com - Riswan (42) Ketua RT.04/RW.05 Kelurahan Kerinci Kota, Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dianiaya oleh seorang kontraktor. Pasalnya, Riswan menegur sang kontraktor yang bekerja tak becus.

Aksi main pukul yang dilakukan oleh kontraktor pada Ketua RT Riswan terjadi Selasa (1/12) kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB.

Ketua RT 04 RW 05, Riswan (42), pada media ini menjelaskan bahwa dirinya juga tak habis mengerti kenapa kontraktor itu memukulnya saat ditanya soal pekerjaan yang tak kunjung selesai itu.

"Awalnya saya mendapatkan keluhan dari masyarakat soal proyek yang terkesan asal-asalan. Soalnya, banyak sekali tumpukan tanah, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.

Atas dasar laporan masyarakat, Riswan menanyakan hal ini pada kontraktor pada Selasa pagi kemarin (1/12). Namun baru saja dirinya hendak menanyakan persoalan ini, tanpa diduga sebelumnya, kontraktor spontan memukulnya. Untung saja, pada saat itu warga yang ada di sekitar langsung melerai mereka dan melakukan pembelaan padanya.

Ketua Fraksi Gerindra Pelalawan, Faizal SE menyayangkan tindakan pemukulan terhadap ketua RT tersebut, dan menginginkan agar Ketua RT melaporkan si kontraktor ke aparat kepolisian.

"Mana ada ceritanya kontraktor bisa main pukul seperti itu, saat ditegur oleh warga. Apalagi yang menegur ini adalah Ketua RT yang notabene bertanggungjawab pada masyarakat di daerah tersebut. Wajar saja jika Ketua RT menanyakan pada kontraktor itu kapan proyek itu dikerjakan, karena tanah sudah lama teronggok di situ tapi belum dikerjakan juga," terang Ketua Fraksi Gerindra Pelalawan, Faizal SE pada riaueditor, Rabu (2/12).

Faizal mengatakan bahwa jika kontraktor berlaku arogan seperti itu bagaimana sebuah proyek akan berjalan lancar, jika kontraktornya sendiri tak mau ditegur. Bahkan dirinya sendiri yang sudah meninjau ke lokasi proyek pengaspalan jalan di Jalan Mawar Pangkalan Kerinci Kota itu, tak ada plang proyek yang dipasang oleh kotraktor tersebut.

"Jadi tanah memang masih teronggok saja di pinggir-pinggir jalan, sehingga mengganggu masyarakat. Apalagi saya lihat, plang proyek itu tak ada dipasang oleh kontraktor, jadi kayak proyek siluman kelihatannya," tandasnya.          

Karena itu, sambungnya, dirinya meminta agar Dinas PU Pelalawan jangan menerima kontraktor yang tak bisa mengerjakan proyek kalau tak sesuai dengan bestek. Dengan kata lain, Dinas PU harus tegas dalam memilih kontraktor dengan memenuhi kriteria yang berkualitas jangan asal saja.

"Kasus pemukulan ini sebagai bentuk arogansi kontraktor terhadap rakyat juga negara, sebab ketua RT juga pejabat negara dengan wilayah terkecil, dan ini harus ditindaklanjuti," tandasnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini