Soal Durian RI Pun Kalah Telak dengan Malaysia, Kok Bisa?

Redaksi Redaksi
Soal Durian RI Pun Kalah Telak dengan Malaysia, Kok Bisa?
(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Melihat Petani Durian Borongan Khas Rumpin Bogor.

JAKARTA - Permintaan durian dari China mencapai miliaran buah per tahun. Sayangnya negara yang sukses memanfaatkan ini Thailand dan Malaysia, Indonesia masih kalah dengan kedua negara tersebut untuk menyerbu pasar durian China yang keranjingan durian.

Indonesia justru kebanjiran produl-produk dari China. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku pernah mencoba melawan serbuan produk-produk Made in China itu dengan jurus khusus.

Sayangnya, Dahlan menyesali program yang dikerjakannya selama menjabat sebagai Menteri BUMN, kini tak dilanjutkan. Padahal, Dahlan punya keinginan membanjiri Tiongkok dengan produk buah-buahan tropis asal Indonesia.

"Itulah senjata ekspor kita yang Tiongkok tidak bisa melawan. Jadi kita diserbu barang-barang konsumsi dari Tiongkok, tetapi kita harus bisa menyerbu Tiongkok dengan buah tropis," kata Dahlan dalam sebuah diskusi virtual bersama LP3ES, Senin (18/5/20).

Saat menjadi menteri BUMN, dia mengaku sudah membuka beribu-ribu perkebunan buah tropis di Jawa Barat. Namun, dia mendengar, apa yang dikerjakan itu banyak yang rusak 3 tahun kemudian.

"Bahkan saya diberitahu investor yang mengambil-alih. Saya diberitahu, Pak Dahlan saya selamatkan kebun durian ini karena saya setuju dengan ide bahwa Indonesia harus unggul dalam produksi buah tropis," bebernya

Dahlan menegaskan, seharusnya buah tropis menjadi andalan Indonesia. Pasalnya, negara-negara maju yang umumnya memiliki 4 musim, nyaris tak ada yang bisa memproduksi buah tropis.

"Dan mereka pendapatannya tinggi-tinggi, berarti konsumsi buahnya sangat tinggi. Karena orang yang pendapatannya tinggi cenderung menjaga kesehatan lebih baik dan cenderung menganggap buah adalah salah satu bagian untuk menjaga kesehatan itu," katanya.

Maka, menurut Dahlan, inilah keunggulan Indonesia. Apalagi, lanjutnya, wilayah Indonesia membentang panjang dari barat sampai ke timur seluruhnya nerada di area tropis.

"Karena itu, waktu itu saya menyampaikan bahwa kita harus membuat perkebunan durian 5.000 hektare, perkebunan pisang 5.000 hektare," tandasnya. 

Sayangnya perkebunan durian itu banyak yang rusak meski sempat diselamatkan oleh investor.

Dahlan bilang bahwa Tiongkok mulai 'kecanduan' buah-buahan tropis. Dia menyebut, di Tiongkok sekarang orang mulai gila makan durian, sayangnya durian yang membanjiri Tiongkok bukan dari Indonesia.

"Tetapi memang durian yang terkenal dari Thailand dan sekarang dari Malaysia. Bermiliar-miliar durian diperlukan di sana meskipun yang berjasa menduriankan Tiongkok itu sebenarnya Thailand," tuturnya.

(CNBCINdonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini