Sinergi Luring dan Daring Dukung Akselerasi e-Commerce 4.0

Redaksi Redaksi
Sinergi Luring dan Daring Dukung Akselerasi e-Commerce 4.0
(Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Ilustrasi kesibukan di gudang e-commerce.

JAKARTA - Managing director Ipsos Soeprapto Tan mengatakan untuk mendukung akselerasi industri e-commerce 4.0 diperlukan sinergi dan integrasi antara toko daring (online) dan luring (offline).

Alih-alih didorong untuk bersaing dan mengadu bisnis luring dengan daring, Soeprapto mengatakan sinergi bisa menjadi masa depan bisnis e-commerce.

"Nanti ada gesekan orang sehingga tidak akan bertahan. Idealnya menurut kami Ipsos harusnya ada harmoni dan sinergi," kata Soeprapto dalam acara bertajuk "e-Commerce 4.0 - What's Next", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Soeprapto mengatakan sinergi antara bisnis luring dan daring bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Senada, ekonom Yustinus Prastowo mengatakan ada kesalahpahaman besar terkait industri 4.0 yang seakan-akan hendak mengubah bisnis luring menjadi daring.

"Ada kesalahpahaman seolah industri 4.0 ubah offline ke online. Justru seharusnya ini memajukan manufaktur dengan perkembangan teknologi," ucapnya di kesempatan yang sama.

Untuk mewujudkan sinergi antara kedua saluran penjualan tersebut, menurutnya dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni. Ditambah pemerintah juga menyiapkan gerbang pembayaran (payment gateway) yang mumpuni.

Berkaca pada industri e-commerce di AS dan China, Yustinus mengatakan toko fisik berkembang seiring dengan tumbuhnya bisnis daring. Kedua negara menggabungkan bisnis daring dan luring, AS lewat Amazon Go dan China dengan Alibaba Store.

"Kita itu masih sangat dangkal kita itu beli barang melihatnya di gadget. Padahal kalau di sana kebiasaan belanja  tidak berubah ya tetap datang memilih barang dan itu fisik bukan barang digital. Lalu dia capture kemudian barang terkirim. Ini yang harus dilakukan agar menghidupkan industri offline," ujar Yustinus.

Model toko Amazon Go di AS memungkinkan pelanggan berbelanja dengan memindai akun Amazon di dalam toko menggunakan ponsel pintar. Amazon mengandalkan ratusan sensor, kamera, dan machine learning yang tersebar di seluruh penjuru toko. Sensor dan kamera akan mendeteksi kegiatan pembeli di toko, ditambah kemampuan 'kasir otomatis' yang mengidentifikasi dan menghitung barang belanjaan. 

(cnnindonesia.com)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini