Kesepakatan Tak Terealisasi, APPSK Sebut PT RAPP Ingkar Janji

Redaksi Redaksi
Kesepakatan Tak Terealisasi, APPSK Sebut PT RAPP Ingkar Janji
zul/riaueditor.com
Kesepakatan Tak Terealisasi, APPSK Sebut PT.RAPP Ingkar Janji.
PELALAWAN, riaueditor.com - Aliansi Pemuda Perairan Sungai Kampar (APPSK) yang terdiri dari 5 Desa yakni Desa Sungai Ara, Desa Rangsang, Desa Tolam, Desa Sering dan Desa Pangkalan Terap menilai pihak PT RAPP ingkar janji dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama pada Selasa 5 Mei 2015 lalu  bertempat di Kantor Humas PT RAPP Rukan Akasia Pangkalan Kerinci yang dimediasi oleh Polres Pelalawan.

Hal ini dibenarkan oleh Dedi Azwandi juru bicara APPSK kepada riaueditor, Senin (31/8/2015). Menurutnya, awalnya saat melakukan demo sebelum kesepakatan dibuat ada 4 item tuntutan yang disampaikan, Pertama, akses jalan Desa Sering sebagai desa binaan mohon segera diperbaiki, karena kini kondisi jalan kian memprihatinkan dan tak layak dikatakan sebagai desa sering binaan. Dua, perekrutan karyawan lokal. Ketiga, merespon setiap kegiatan pemuda. Keempat, pembagian pemerataan ponton untuk setiap desa di Pesisir.

"Namun dalam kesepakatan hanya 2 yang disepakati itupun tak jelas dan tidak sesuai keinginan APPSK. Seperti halnya manajemen PT RAPP akan memberi peluang kerjasama pengadaan unit Ponton kepada APPSK dengan rute Rupat-Butong. Padahal yang kita inginkan kerjasama pengadaan unit ponton di Sungai Kampar yang dilewati 5 Desa bukannya ke arah laut lepas. Selanjutnya soal tenaga kerja lokal sampai hari ini  tidak ada peluang kerja diberikan kepada pemuda dan masyarakat. Jadi hanya bohong saja," ujarnya.

Ditambahkan Dedi, sSementara untuk Desa Sering seperti yang dituntut ke perusahaan agar akses jalan Desa Sering sebagai desa binaan mohon diperbaiki akan diganti dengan Program CSR hingga kini tak kunjung terealisasi.

"Yang terbaru PT RAPP menawarkan bantuan 6 ton sekam atau binit padi kepada masyarakat 5 Desa. Hanya saja masyarakat minta agar bantuan bersifat kontinue sebulan 6 ton itu berlanjut. Namun perusahaan tidak mau hitam diatas putih. Dikhawatirkan bantuan hanya sekali saja wajar masyarakat tidak mau," ucapnya.

Dikatakan Dedi, APPSK seminggu yang lalu sudah melakukan pertemuan dan menghasilkan keputusan untuk melakukan demo kembali dengan massa yang besar.

"Kita sudah sampaikan agar tuntutan kita diakomodir dengan PT. RAPP begitu juga dengan management tapi tak juga ada jawaban. Jadi kami menilai kesepakatan hanya tinggal kesepakatan. Kita akan kembali memblok ponton RAPP dan menyetop Operasional," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini