Distan Berhasil Lakukan Pemurnian Benih Padi Varietas Asli

Redaksi Redaksi
Distan Berhasil Lakukan Pemurnian Benih Padi Varietas Asli
images.net
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Butuh kesabaran dan Kerja keras untuk memperoleh hasil yang diinginkan, mungkin inilah salah satu "PR" Dinas Pertanian kabupaten Pelalawan, bayangkan, untuk memperoleh hasil yang di inginkan, Dinas Pertanian memulainya sejak tahun 2007 dan baru sekarang bisa dirasakan nikmatnya oleh para petani padi Kecamatan kuala kampar yang daerahnya merupakan lahan pasang surut karena berbatasan langsung dengan laut.

Berawal dari potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Kuala Kampar salah satu kecamatan terluar di Pelalawan yang berbatasan dengan provinsi Kepri, di kecamatan itu potensi yang dimiliki berupa bentangan sawah yang digunakan masyarakat setempat untuk menanam padi  lokal, tak tanggung-tanggung, luas persawahan di kecamatan itu saat ini mencapai lebih dari 10.000 hektar dan wajar kalau kecamatan Kuala kampar merupakan kecamatan yang dujuluki sebagai Lumbung padinya kabupaten Pelalawan.

Memiliki potensi besar dan akan menjadi peluang bisnis yang cukup menggiurkan maka saat itu Pemerintah daerah mencoba untuk melakukan inovasi terbaru dengan tidak meninggalkan ciri khas padi lokal asal kuala kampar yang saat ini  diberi nama Cekaw Pelalawan dan Karya Pelalawan, padi lokal ini bisa tumbuh subur dan memberikan hasil kepada para petani karena jenis padi ini diperkirakann hanya mampu hidup dilahan pasang surut dan usia panennya juga cukup lama sampai 6 bulan.

Mengingat untuk meningkatkan hasil produksi dan bisa menjadi lumbung padi untuk daerah sendiri dan kabupaten tetangga maka saat itu sekitar tahun 2007 Dinas Pertanian mencoba untuk mencari solusi agar hasil produksi meningkat tanpa harus menambah lahan baru karena keterbatasan lahan, dan solusi yang didapat cuman satu saat itu yaitu dengan cara melakukan pemurnian bulir padi untuk mendapatkan varietas aslinya sehingga umur panen padi bisa berkurang dengan catatan Distan harus bekerja sama dengan Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP).

"Ya saat itu kita sudah berfikir kearah sana, karena untuk meningkatkan hasil produksi gabah di Kuala kampar tidak mungkkin menambah lahan melaingkan berinovasi dengan cara melakukan pemurnian bulir padi lokal tersebut supaya tidak hilang varietas aslinya hanya saja mempersingkat usia panennya kalau pemurnian itu berhasil, dan sekarang Alhamdulillah sudah terwujud dengan bantuan dari BPTP." Demikian hal ini disampaikan  oleh Kadistan Syah Fahlefi melalui Kabid Produksi Ketahanan  Pangan Distan Pelalawan Amir kepada wartawan Rabu (12/2) diruang kerjanya.

Ditambahkan  Amir, bahwa kesabaran Distan Pelalawan bekerjasama dengan BPTP yang begitu lama sejak tahun 2007 sampai tahun 2014 sekarang dengan melakukan pemurnian benih lokal bisa menjadi benih unggul dengan Varietas Asli sudah terbukti, dari usia panen padi 6 bulan sekarang sudah menjadi 4 bulan lebih dengan hasil panen yang tadinya hanya 3 ton perhektar setelah dilakukan pemurnian sudah mencapai 6 sampai 8 ton perhektarnya. "bayangkan aja berapa keuntungan yang diterima oleh petani, yang biasa diterima cuman 3 ton perhektar, setelah dilakukan pemurnian maka hasilnya bertambah dari 6ton sampai 8 ton perhektarnya. Dan sekarang beberapa petani dari daerah tetangga yang daerah persawahannya sama dengan di Kuala kampar sudah memakai benih kita dan inikan suatu kebanggaan buat kita," kata Amir.

Hasil panen benih yang sudah di murnikan terakhir saat dilakukan panen raya beberapa pekan lalu oleh Bupati Pelalawan HM Harris di Kuala kampar tepatnya di desa  Sungai Upih 5 Hektar dan desa  Sungai Solok 10 hektar. Namun dari hasil pemurnian yang diperoleh sekarang sebenarnya belum bisa disepakati kalau hasil sekarang merupakan akhir dari upaya pemurnian, kata Amir.

"Target kita, pemurnian ini akan terus dilakukan sampai batas akhir, dan nantinya akan dilakukan perkawinan silang antara bibit lokal hasil pemurnian dengan bibit unggul nasional maka kemungkinan kalau hal tersebut berhasil maka masyarakat petani di Kuala kampar  bisa merasakan panen padi 3 bulan sekali, dan keberhasilan tersebut nantinya akan dilepas penanamannya secara serentak oleh Bupati Pelalawan HM Harris pertengan tahun ini, tutup Amir.(JUL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini