Korban Kedua Saipul Jamil Klaim Dibekap dan Ditindih

Redaksi Redaksi
Korban Kedua Saipul Jamil Klaim Dibekap dan Ditindih
Republika/Yasin Habibi
Artis Saipul Jamil usai menjalani pemeriksaan di Balai Laborratorium Narkoba BNN, Jakarta, Jumat (19/2).
JAKARTA -- Korban pedangdut Saipul Jamil, AW (21 tahun), mengaku bukan saja menerima pelecehan seksual dari penyanyi tersebut. Kali ini korban kedua yang juga seorang pria, yang melaporkan presenter di salah satu program televisi swasta itu mengaku menerima tindak kekerasan.

Kuasa hukum AW, Raidin Anom mengatakan, perkenalan pertama kali antara AW dan Saipul Jamil saat acara Dangdut Academy tahun 2014. Kemudian Saipul mengajak kliennya mengunjungi rumah dan bermalam di rumah SJ yang berada di Jalan Gading Utara Blok 4 Jakarta Utara.

"Saat menginap di sana (rumah SJ) terjadi tindak pelecehan seksual dan kekerasan," ujar Anom di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/2).

Bentuk pelecehan seksual yang dimaksud, kata Anom, terjadi saat kliennya sedang tidur. Kemudian kliennya bangun dan kaget, namun tidak dapat memberontak lantaran kaki dan tangannya terkunci. "Korban tidur diraba sehingga terjadi tindakan itu," ujar Anom.

AW tak mampu melawan karena mulutnya dibekap, tangannya ditekan, dan kakinya ditindih. Tindakan Saipul Jamil ini, kata Anom, dinilai membuat kliennya tak berdaya untuk melawan apalagi melarikan diri.

Selanjutnya Anom berujar bahwa kliennya ini mengalami tindakan tersebut sebanyak dua kali. Tindakan pelecehan itu dialami korban saat status korban masih menjadi asisten pribadi SJ. "Klien kami ini (AW) enam bulan bekerja, tinggal dan ikut dan terjadi perlakukan dua kali," ujar Anom.

Saat ditanya barang bukti yang dimiliki, Anom mengaku ada beberapa foto. Namun bukti yang lain tidak bisa disebutkan.

Begitu saat ditanyakan adakah bukti visum, Anom mengaku tidak melakukan visum. Adapun bukti laporan yang telah dibuat bernomor LP: 901/II/2016/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 24 Februari 2016.(ROL)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini