Jelang Pemilu, PSI Berharap Tokoh Agama Edukasi Masyarakat, Jaga Suasana Kondusif

Redaksi Redaksi
Jelang Pemilu, PSI Berharap Tokoh Agama Edukasi Masyarakat, Jaga Suasana   Kondusif
Basaria Simanjuntak bersama ketua Umum PSI Giring Ganesha saat Kopdarnas di Tennis Indoor Jakarta beberapa waktu lalu.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Menjelang kontestasi pemilu tahun 2024 yang akan berlangsung dalam lima bulan mendatang, para tokoh agama diminta untuk bekerja lebih keras dalam menjaga iklim masyarakat yang kondusif guna terciptanya pemilu aman dan damai.

Kata kunci yang paling penting dalam menciptakan masyarakat yang kondusif di Pekanbaru yakni kerukunan umat beragama. Pekanbaru yang terdiri dari masyarakat yang heterogen, dinilai bisa beresiko dengan potensi-potensi perpecahan.

Dalam hal ini tentunya para tokoh agama yang harus mampu mengedukasi masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dan harmonis di tengah perbedaan yang ada.

"Inilah tugas penting di pundak para tokoh agama, menciptakan iklim masyarakat yang kondusif. Dengan segala perbedaan suku dan agama, di satu sisi ini adalah kekuatan besar, tetapi jika abai dengan benturan dan gesekan, ini bisa menjadi masalah besar hingga terjadinya konflik," terang Basaria Simanjuntak, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Pekanbaru.

Bersama Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie.(Foto: Ist)

PSI melihat bahwa para tokoh agama merupakan panutan pertama dan terdepan bagi umat beragama. Basaria yakin, masyarakat Pekanbaru tentunya ingin merasakan kehidupan yang aman damai tenteram penuh solidaritas dan toleransi.

Salah satu edukasi yang mesti disampaikan para tokoh agama yakni menanamkan kesadaran dan sikap toleransi, menghargai pandangan yang berbeda. Bahwa perbedaan itu adalah kehendak tuhan. Masyarakat harus bisa bekerja sama menciptakan keharmonisan dan kedamaian tanpa diskriminasi untuk hidup yang tenteram sejahtera.

"Jangan mau dipecah-belah hanya karena perbedaan pilihan dalam Pemilu 2024 mendatang," tukas Basaria lagi.

Pesta demokrasi ini sebut Basaria adalah milik seluruh masyarakat, termasuk seluruh umat beragama. Kondisi ini seperti ini tak hanya di Pekanbaru saja. Namun juga daerah lain di seluruh Indonesia.

Saat Kopdarnas di Tennis Indoor Senayan Jakarta.(Foto: Ist)

Yang terpenting, kata Basaria lagi adalah membangun sikap toleransi. Setiap umat beragama memiliki hak yang sama dalam menjalankan perintah agama dan beribadah menurut kepercayaannya masing-masing.

PSI Pekanbaru juga meminta para tokoh dari berbagai agama dapat bekerja sama membangun komunikasi. Dalam hal ini juga para tokoh agama dan masyarakat hingga ketingkatan RT dan RW.

Tak hanya perbedaan kepercayaan, dalam menghadapi Pemilu 2024, isu kesukuan juga menjadi hal penting. Seperti pula halnya tokoh agama, tokoh-tokoh adat dan paguyuban hendaknya melaksanakan hal yang sama, mengedukasi masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif serta bersama-sama membangun Kota Pekanbaru tercinta.(Andi)


Tag:
PSI

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini