David Beckham Minta FIFA Cabut Klaim Karbon Netral di Ajang Piala Dunia Qatar 2022

Redaksi Redaksi
David Beckham Minta FIFA Cabut Klaim Karbon Netral di Ajang Piala Dunia Qatar 2022
Gambar besar penyerang Brasil Neymar (kanan), penjaga gawang Kamerun Andre Onana (tengah), dan gelandang Iran Alireza Jahanbakhsh (kiri) menghiasi gedung-gedung jelang Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Minggu (6/11/2022). Piala Dunia 2022 akan dimulai pada

JAKARTA - Federasi Sepak Bola Dunia Internasional alias Fédération Internationale de Football Association (FIFA) diminta untuk membatalkan klaim netralitas karbon pada Piala Dunia Qatar 2022, yang akan berlangsung 20 November-18 Desember.

Kini, jelang penyelenggaraan Piala Dunia pertama yang diklaim sepenuhnya karbon netral di Qatar, para atlet, badan olahraga, pengacara, dan juru kampanye iklim berkumpul untuk mengajukan serangkaian keluhan terhadap iklan netralitas karbon palsu FIFA.

Salah satunya Duta Besar Piala Dunia 2022 Qatar sekaligus mantan pesepakbola kenamaan asal Inggris, David Beckham.

"Stadion tidak akan meninggalkan apapun selain kenangan. Fakta ini dibantah oleh Carbon Market Watch, yang menemukan jejak karbon di stadion telah salah perhitungan pada awal tahun ini," kata David Beckham mengutip pernyataan resmi Carbon Market Watch, Sabtu (12/11/2022).

Guna menangkal klaim palsu FIFA dan Qatar, sejumlah pemain dan badan olahraga dunia menyampaikan keluhan mereka melalui surat terbuka kepada FIFA. Dalam surat terbuka ini, mereka meminta FIFA membatalkan klaim netralitas karbon, bertanggungjawab mengurangi emisi sebagai hal utama dan didahulukan, serta hanya menggunakan carbon offset sebagai upaya terakhir.

Gilles Dufrasne, Global Carbon Market Lead for Carbon Market Watch yang mengajukan keluhan di Belgia, menggambarkan FIFA terlalu banyak berkoar-koar memberikan janji kosong.

"Janji mereka untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2040 tidak didukung oleh rencana yang kredibel, dan mereka belum mengukur jejak mereka sendiri, atau mengklarifikasi sumber emisi mana yang mereka rencanakan untuk ditangani," keluhnya.

"Fakta bahwa mereka sekarang mengiklankan Piala Dunia Qatar 2022 sebagai karbon netral benar-benar konyol. Klaim ini sangat tidak memiliki kredibilitas, sulit dipercaya bahwa mereka bahkan mencoba," ungkap dia.

Thomas Vellacott, CEO WWF Swiss menyayangkan acara akbar berskala dunia seperti Piala Dunia Qatar 2022, yang seharusnya bisa menyuarakan aspirasi berkaitan dengan perlindungan iklim.

"Sayangnya, FIFA bersama Qatar sebagai negara tuan rumah tidak melakukannya. Stadion ber-AC dan shuttle planes adalah skandal lingkungan yang tidak dapat dibenarkan oleh aksi greenwashing," tegas dia.

(sumber: Liputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini