Angel Di Maria bersama Neymar jadi momok bagi pertahanan RB Leipzig. (AP/David Ramos)Di Maria dengan tenang mengarahkan bola ke sisi kiri gawang saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper utama Leipzig tersebut.
Sinar Di Maria belum memudar di babak kedua. Beberapa kali pergerakan dan umpannya mengacaukan pertahanan skuad asuhan Julian Nagelsmann.
Puncaknya Di Maria memberikan umpan silang ke arah Juan Bernat yang berdiri di kotak penalti. Umpan terukur Di Maria disundul Bernat untuk membuat Gulacsi memungut bola untuk kali ketiga dari gawangnya.
Performa apik di laga kontra Leipzig kian sempurna setelah Di Maria dinobatkan sebagai pemain terbaik. Di Maria mengalahkan Neymar yang juga tampil bagus di laga ini walau gagal mencetak gol.
Keberhasilan PSG melaju ke partai puncak juga disambut gembira Di Maria. Pemain berusia 32 itu bertekad mencetak sejarah dengan mengantarkan Les Parisiens mengangkat trofi juara.
"Kami bermain dengan kemampuan 100 persen. Kami tahu dengan energi yang kami punya, kami bisa lolos. Kami selangkah lagi membuat sejarah untuk PSG," ucapnya setelah pertandingan.
PSG kini menunggu pemenang pertandingan semifinal lainnya antara Olympique Lyon vs Bayern Munchen pada Kamis (20/8) dini hari waktu Indonesia.
(CNNIndonesia.com)