Lisbon Jadi Tempat Terbaik Selesaikan Liga Champions 2019-2020

Redaksi Redaksi
Lisbon Jadi Tempat Terbaik Selesaikan Liga Champions 2019-2020
(Foto: Premier League)
Lisbon digadang-gadang sebagai tuan rumah Final Liga Champions 2019-2020

LISBON - Kelanjutan Liga Champions 2019-2020 tengah digodok oleh Federasi Sepakbola Eropa (UEFA). Di tengah ketidakpastian, muncul wacana mengubah format turnamen sekaligus memindahkan venue dari Istanbul, Turki, menjadi Lisbon, Portugal.

Final Liga Champions 2019-2020 seharusnya digelar pada 30 Mei lalu di Stadion Ataturk, Istanbul. Akan tetapi, pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Kompetisi antarklub terakbar di Benua Eropa itu masih berada di fase 16 besar ketika dihentikan sementara pada Maret 2020.

Menurut media-media Eropa, UEFA berencana menyelesaikan semua partai leg II 16 Besar Liga Champions 2019-2020 yang tertunda. Setelah selesai, maka fase perempatfinal hingga final akan berformat home tournament alias terpusat di satu tempat saja layaknya Piala Dunia.

Selain format yang berubah, lokasi penyelenggaraan pun kemungkinan dipindah dari Turki ke Portugal. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan imigrasi dari Turki. Kebetulan, Estadio Da Luz di Kota Lisbon merupakan peserta bidding untuk menjadi tuan rumah Final Liga Champions melawan Ataturk pada 2017.

Legenda sepakbola Portugal, Nuno Gomes, mendukung penuh rencana pemindahan venue Liga Champions 2019-2020. Apalagi, Kota Lisbon punya setidaknya dua stadion yang cukup representatif untuk menggelar final eight selain angka kasus Covid-19 yang relatif rendah di Portugal.

"Bagi kami orang Portugal, itu adalah hal yang bagus. Setelah serangkaian pertemuan, mereka (UEFA), paham bahwa lebih baik menyelesaikan semuanya di satu tempat daripada membiarkan orang-orang berkeliling Eropa," tutur Nuno Gomes, seperti dimuat Sportskeeda, Selasa (9/6/2020).

"(Lisbon) adalah opsi yang bagus. Saya tidak yakin mereka sudah punya keputusan akhir. Benar bahwa banyak yang mendukung Lisbon menjadi tuan rumah. Menurut saya, sangat bagus sepakbola akhirnya menemukan solusi menyelesaikan semua pertandingan karena orang-orang menantikan Liga Champions," tutup pria berusia 43 tahun itu.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini