Imbas Kedatangan Ronaldo, Serie A Lebih Bergairah

Redaksi Redaksi
Imbas Kedatangan Ronaldo, Serie A Lebih Bergairah
Photo : REUTERS/Ciro De Luca
Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo.

Musim 2018/19 ini bisa dibilang sebagai kebangkitan kompetisi tertinggi di Italia, Serie A. Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus dari Real Madrid, menimbulkan sebuah harapan baru.

Dua skandal pengaturan skor mencoreng nama baik liga yang dimulai pada 1898 ini. Dimulai skandal Calciopoli pada 2006 dan dilanjutkan dengan Scommessopoli pada 2012. Efek Calciopoli sangat terasa karena Serie A mulai ditinggalkan para bintang dan pemain terbaiknya. Scommessopoli makin menegaskan Liga Italia sebagai liga kotor dan curang di dunia.

Di Eropa, klub-klub Serie A kesulitan menyaingi hegemoni Premier League dan LaLiga. Inter Milan menjadi klub terakhir yang jadi juara di Liga Champions pada 2009/10. Di Liga Europa lebih parah. Terakhir kali, Parma, klub Italia yang juara pada 1998/99. Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018 memperburuk kondisi Liga Italia.

Untuk itulah, Lega Calcio sebagai operator mati-matian mengerek kembali pamor Serie A. Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Negeri Spaghetti usai Piala Dunia 2018 menimbulkan euforia baru. Seiring ambisi Juventus menguasai Eropa dengan target juara Liga Champions, maka layaklah jika Ronaldo bak pemimpin kebangkitan kembali Liga Italia seperti era awal 2000an.

Presiden Inter Milan, Erick Thohir, yakin dengan hal tersebut. Meski berasal dari rival Juventus, dia tak memungkiri kedatangan CR7 bisa menimbulkan efek positif.

"Kedatangan Ronaldo akan memberikan keuntungan kepada Serie A, bukan hanya kepada Juventus. Khususnya terkait masalah finansial," kata Erick dilansir Tribal Football.

"Transfer Ronaldo ke Italia sangat positif karena dia akan membantu dengan keuntungan yang kami (Serie A) dapat dari hak siar dan aspek lain," lanjutnya.

Erick berharap, transfer Ronaldo menjadi tanda-tanda kebangkitan Serie A yang sempat terpuruk dan kalah bersaing dari liga-liga domestik Eropa lainnya.

"Era 90-an, Serie A adalah liga terbaik di dunia. Tapi, kini mereka harus bersaing dengan liga Eropa lain. Seperti Premier League dan LaLiga," lanjutnya.

(viva.co.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini