Sambangi Warga Miskin di Pelosok Tenayan Raya, Kader PSI Komit Membantu

Redaksi Redaksi
Sambangi Warga Miskin di Pelosok Tenayan Raya, Kader PSI Komit Membantu
Kader PSI Tenayan Raya, Yaritia Hia, saat menyambangi warga miskin di pelosok wilayah Pekanbaru tersebut.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Tenayan Raya, Yaritia Hia, berkeliling menyambangi warga-warga yang ada di seputaran wilayah tersebut. Kunjungannya ini untuk mendengar langsung apa keluhan warga.

Yaritia Hia mendapat sambutan baik dan positif dari warga yang dikunjunginya. Mereka tanpa sungkan berkeluh kesah atas apa yang telah mereka rasakan selama ini.

Dari hasil kunjungan ke kediaman warga yang umumnya berada di pelosok itu, diketahui bahwa warga kesulitan untuk mendapatkan dan mengakses bukti dan legalitas administrasi kependudukan. Seperti KTP, KK dan sebagainya. Akibatnya mereka juga tak bisa memperoleh bantuan-bantuan pemerintah.

"Pada umumnya itu keluhan mereka. Kesulitan atau dipersulit untuk mendapatkan pengakuan sebagai warga pekanbaru berupa tanda legalitas administrasi kependudukan. Baik KTP, KK dan sebagainya. Seolah-olah mereka tak diakui," ujar Yaritia.

Diperkirakan ada sekitar hampir seratusan warga yang terdiri dari belasan KK yang tak memiliki legalitas kependudukan di wilayah itu. Padahal kediaman mereka tak jauh dari komplek Kantor Walikota Tenayan Raya.

"Mereka bukan setahun atau dua tahun tinggal di sana. Tapi ada yang sudah lebih dari 10 tahun," ungkap Yaritia.

Jangankan bantuan, perhatian pun tak pernah mereka terima. Warga ini harus rela bertahan tanpa akses pendidikan yang layak.

"Ini yang sangat kita prihatinkan. Kita komit akan membantu mereka untuk mendapatkan legalitas sebagai warga Pekanbaru. Mereka warga negara yang sama dengan kita, berhak mendapat perhatian pemerintah," papar Yaritia lagi.

Lagi, Yaritia Hia meminta kepada Pemko pekanbaru untuk memperhatikan warga-warga pelosok ini. Warga seperti inilah yang sebenarnya patut untuk dibantu pemerintah. SDM mereka yang rendah sangat mempengaruhi kualitas hidupnya.

Untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri, warga yang umumnya bekerja di bedeng pembuatan batu bata tersebut tetap saja dipersulit dengan sistem zonasi saat ini. Mereka hanya bisa menghayal untuk bersekolah di swasta yang biayanya pasti tak terjangkau.

"Lalu, bagaimana pula anak mereka mau mengenyam bangku sekolah jika tidak adanya legalitas kependudukan mereka di kota ini, mereka benar-benar dianaktirikan," tambah Yaritia lagi.

Pemerintah sebut Yaritia harus memperhatikan masalah ini, mengupayakan bagaimana anak-anak mereka mendapat akses pendidikan yang layak, akses dan bantuan sebagai warga yang hidup di bawah garis kesejahteraan.

"Jangan biarkan mereka terus hidup di tengah kemiskinan, mereka manusia, mereka juga warga negara Indonesia," tutup Yaritia Hia yang juga Bacaleg PSI Dapil 3 Tenayan Raya-Kulim ini.(Andi)


Tag:
PSI

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini