Sabak Auh Tuan Rumah Pencanangan Bhakti Sosial TNI dan KB-Kes

Redaksi Redaksi
SABAKAUH, riaueditor.com- Pencanganan Bhakti Sosial KB Kesehatan tahun 2014 yang dilaksanakan di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Senin pagi (23/6) kemarin secara langsung dihadiri oleh Bupati Siak Drs. H.  Syamsuar M.Si dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, Hj. Misnarni Syamsuar. Tampak hadir juga Dandim Dumai, Muspida Siak, sejumlah Kepala Dinas, Badan, Kantor, serta Camat yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Siak.

Sekapur sirih yang disampaikan oleh Bupati Siak pada acara Pencanangan Bhakti Sosial TNI-KB-Kesehatan Tingkat Kabupaten Siak Tahun 2014, Kegiatan Bhakti Sosial TNI-KB- Kesehatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan rutin berskala Nasional. Kegiatan dilaksanakan mulai dari tingkat Pusat hingga tingkat Kabupaten dan Kota.

"Pada kesempatan ini kita melaksanakan pencanangan Bhakti Sosial TNI-KB-Kesehatan untuk tingkat Kabupaten Siak. Sejak awal program KB digulirkan pemerintah pada tahun 1970, TNI telah mengambil peranan sangat besar untuk ikut mendukung pencapaian program KB dan pernah diakui di dunia Internasional. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Kepala BKKBN Pusat dengan TNI dalam pelaksanaan program KB Nasional," ulas Bupati.

Berdasarkan MoU BKKBN dengan TNI, anggota TNI dalam kesatuan Babinsa akan diperbantukan sebagai penyuluh program KKB. Tugasnya membantu petugas lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang jumlahnya sangat terbatas, seperti halnya di Kabupaten Siak yang hanya berjumlah 16 orang dengan wilayah binaan mencapai 131 Desa dan Kelurahan.

"Bagaimana pun juga, persoalan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) merupakan isu yang sangat penting, karena ketahanan nasional yang tangguh tidak akan tercipta apabila derajat kesehatan rakyatnya tidak tumbuh dengan optimal," kata Syamsuar lagi.

Di sisi lain, pemerintah ingin setiap anak mendapatkan hak-haknya, seperti tumbuh kembang dengan baik, tidak mengalami diskriminasi dalam segala hal, dan memperoleh pendidikan yang cukup sehingga kelak menjadi orang yang memiliki daya saing, sejahtera dan bermartabat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa isu kependudukan memiliki kaitan langsung dengan perspektif ketahanan nasional.

Terlebih Indonesia saat ini tengah mengalami trend pertambahan usia produktif yang semakin meningkat, maka disaat itulah seharusnya Indonesia bisa menikmati bonus demografi sebagai bonus kesejahteraan.

"Untuk itu, perangkat pemerintah harus bisa memberdayakan penduduk berusia produktif agar bisa dapat memanfaatkan bonus demografi. Jika penduduk usia muda itu tidak produktif dan tidak memiliki keahlian maka mereka akan menjadi bencana dan beban bagi negara bahkan dikhawatirkan akan terjadi angka kriminalitas yang tinggi," tutur Bupati Siak lagi.

Pemerintah Kabupaten Siak sendiri pada kesempatan ini memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia yang terjun langsung mewujudkan kepedulian terhadap masalah Keluarga Berencana dan Kependudukan. Dukungan dari TNI amat berarti dalam membantu mempercepat pencapaian sasaran pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB), menuju pencapaian Millenium Development Goals (MDG's) 2015.

Sebab sebagaimana kita ketahui, Program KKB sangat terkait dengan keberhasilan program MDG's. Oleh karena itu, kegiatan ini akan mengarah kepada pencapaian program 5B tentang penurunan angka kematian ibu melahirkan yang ditargetkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup di 2015, sementara posisi Indonesia saat ini ada di 228 per 100.000 kelahiran hidup.Berdasarkan Hasil Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2010, didapati angka kelahiran hidup (TFR/Total Fertility Rate) Provinsi Riau mencapai 2,6 persen dan TFR Kabupaten Siak mencapai 3,0 persen artinya setiap ibu melahirkan rata-rata 3 orang anak selama masa subur.

Berdasarkan data tersebut didapati Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) Kabupaten Siak sampai dengan bulan Desember 2013 berjumlah 94.910 PUS, dan yang menjadi peserta KB aktif sebanyak 71.139 akseptor atau sebesar 74,95 persen Sementara pada tahun 2014, hingga bulan Mei PUS berjumlah 92.992 PUS dengan jumlah peserta KB aktif sebanyak 69.365 akseptor atau sebesar 74,59 persen.

Dari data diatas, dapat dilihat bagaimana kemajuan pelaksanaan program KB di Kabupaten Siak yang telah berjalan. Disadari bahwa program KB tidak hanya membangun keluarga agar menjadi hidupnya lebih bahagia dan sejahtera, tetapi juga membangun penduduk negeri ini agar terkendali kuantitasnya.(adi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini