Lokasi Maksiat Marak di Inhu, Pemkab Dinilai Tak Beretika

Redaksi Redaksi
Lokasi Maksiat Marak di Inhu, Pemkab Dinilai Tak Beretika
INHU, Riaueditor.com- Wajar bila di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) marak berbagai tempat karaoke esek-esek dan lokasi maksiat lainnya, pasalnya aparat kepolisian dan petugas Satpol PP setempat tidak bertindak. Naifnya lagi, Karaoke esek-esek tetap beroperasi selama bulan ramadhan.

Walau warga sudah mengingatkan berkali-kali agar aparat melakukan razia dan menutup sarang maksiat tersebut aparat seolah tutup mata, bahkan disinyalir ada oknum yang membekingi lokasi jahanam tersebut. Wajar jika pemilik tempat hiburan meyakinkan mereka kebal hukum kendati beroperasi tanpa izin.

Pantauan di lapangan Karaoke esek-esek beroperasi sejak sore dan baru tutup menjelang subuh. Areal parkir terlihat penuh dengan kendaraan roda empat dan dua.

Terlihat perempuan-perempuan dengan penampilan seksi melayani dan memandu tamu berkaraoke. Wanita-wanita ini umumnya para pendatang dari luar kota yang sengaja di datangkan oleh pemilik kafe.

Wakil ketua LPPNRI Jon Lukman, mengatakan kalau memang pemilik tempat hiburan itu tidak mengindahkan adanya imbauan pemerintah, petugas mestinya memberi sanksi tegas. Namun yang terjadi sebaliknya, imbauan pemerintah justru dijadikan alat oleh oknum-oknum tertentu untuk mengais rupiah dari pemilik kafe, sekaligus memanfaatkan layanan plus-plus dari tempat hiburan esek-esek tersebut.

Jon Lukman menyayangkan sikap Pemkab Inhu yang tidak menunjukan pemerintahan yang beretika dengan melakukan pembiaran terhadap praktek maksiat di wilayah hukumnya.

Ditambahkannya, Pemkab bertindak setengah hati, sekedar menempel surat edaran agar pengusaha tempat hiburan mengantar angpao," inikan lebih keji dari yang melakukan maksiat tersebut," ungkap Jon Lukman setengah emosi.

Jon Lukman berharap Pemkab Inhu kembali sadar untuk menjalankan pemerintahan yang bermoral dan beretika serta mendengarkan aspirasi masyarakatnya, "Perhatikan bagaimana kaum ibu-ibu cemas dengan tingkah laku suaminya yang berzina dan menghambur-hamburkan rejeki di tempat maksiat. Mereka juga cemas dengan masa depan anak-anak mereka," tandas Jon Lukman.(her)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini