Jimi, Anak Terlantar Berobat Ke RPTC Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Jimi, Anak Terlantar Berobat Ke RPTC Pekanbaru
anje/riaueditor.com
Jimi, Anak Terlantar Berobat Ke RPTC Pekanbaru.
SELATPANJANG, riaueditor.com- Jimi bocah 13 tahunan ini sebelumnya terlihat gusar, rambutnya acak-acakan, namun hari ini penampilanya berubah drastis, wajahnya yang bertampang manis dengan potongan rambut yang terlihat modis, pakaian yang dikenakan pun juga terlihat rapi dan bersih dipadu dengan jaket sport. Senyumnya pun sumringah, tak lagi menggaruk-garuk kepala.

"Aku mau sehat dan berobat ke Pekanbaru. Kalau dah sehat, aku mau sekolah," ucapnya dengan suara sedikit gagu, dihadapan Kabid Sosial Dinsostransnaker Kepulauan Meranti. Ia seakan menyadari orang-orang disekitarnya mengatakan bahwa dirinya tidak sehat, karena sering berkeluyuran seperti orang yang kurang sehat mental.

Jimi bocah dari Desa Alai ini hampir 6 bulan hidup keluyuran, jika ditanya dimana ia tinggal ia menjawab ia tinggal di Taman Cik Puan. Makan pun ia dapatkan dari pemberian orang, tak jarang pula ia meminta belas kasihan para pedagang yang berjualan di Taman Cik Puan, Telaga Bening dan sekitarnya.

Meskipun dianggap kurang sehat, namun Jimi bisa menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan oleh Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga maupun pihak Dinas Sosial. Ketika ditanya perihal keluarganya, ia menyebutkan bahwa ayah dan ibunya bercerai. Ibunya nikah dengan pria lain dan tinggal di Kabupaten Siak, sedangkan ayahnya tinggal di Desa Bantar. Sejak itu ia ikut dengan kakeknya, namun tak lama kemudian kakeknya meninggal dunia. Merasa kehilangan tempat kasih sayang, Jimi memilih tinggal keluyuran di kota Selatpanjang.

Jimi ditemukan oleh organisasi sosial Gema Pelita Nusantara pada 21 Desember 2014 yang lalu. Pada hari itu juga orsos ini mengantarkan Jimi pulang ke desanya setelah mendapatkan informasi dari Jimi sendiri dan kemudian dibenarkan oleh sejumlah keterangan dari beberapa masyarakat melalui medsos Facebook yang menyebarkan foto wajah Jimi.

"Kami menemukannya lagi dijalan sambil mengisap rokok. Tentu saja hal semacam ini aneh menurut kami. Jimi diajak makan dan dikasi sedikit uang sebagai ganti sebungkus rokok yang sudah ia beli, dan kita meminta agar dia tidak merokok lagi. Kami sempat mengantarnya ke desa Alai bertemu dengan keluarga ibunya, tapi Jimi minta kembali diantarkan ke Selatpanjang karena ia merasa tidak betah tinggal di Alai," ucap Zulkifli Wakil Ketua Gema Pelita Nusantara.

Menurut Zulkifli lagi, ia dan rekannya membawa kasus Jimi ini ke LK3 dan kemudian secara bersama mencari solusi untuk Jimi yang masih punya keinginan untuk melanjutkan sekolahnya. Dari LK3, kemudian Jimi dirujuk ke Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki program rehabilitasi untuk anak.

Jimi kerap menolak diajak untuk tinggal dirumah, ia lebih suka tinggal di taman cik puan. Selama dalam pengawasan LK3 dan Gema Pelita Nusantara, Jimi diberikan perlengkapan kebersihan seperti sabun, shampoo, sikat gigi, pakaian dan di pangkas rambutnya, sebelum diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti pada senin (29/12) kemarin. Pada hari itu juga Jimi dibawa ke Pekanbaru untuk ditempatkan di RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Centre).(rahmi)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini