Dusun Penawar Laut Mampu Hadirkan Spot Penunjang pada Festival Lampu Colok yang Ditaja Pemkab Bengkalis

Redaksi Redaksi
Dusun Penawar Laut Mampu Hadirkan Spot Penunjang pada Festival Lampu Colok yang Ditaja Pemkab Bengkalis
Istimewa

BANTAN - Semarak festival lampu colok yang diselenggarakan serentak selama dua hari di berbagai Desa se-kabupaten Bengkalis, 6-7 April 2024 atau malam ke 27-28 Ramadhan yang dikenal dengan malam tujuh likur, salah satunya di Dusun Penawar Laut sebagai pegiat lampu colok paling aktif di Bengkalis dari tahun ke tahun.

Sejak dahulu dusun ini tidak pernah absennya dalam festival lampu colok yang diselenggarakan setahun sekali di setiap Ramadhan ini. Berbagai prestasi pun kerap diraih, mulai dari juara tingkat Kecamatan sampai tingkat Kabupaten.

Kepala Dusun Penawar Laut, Dhoni Kurniawan mengaku bahwa pemkab Bengkalis merespon positif festival lampu colok yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, "Meski nominal hadiah yang diterima dirasa masih kurang cukup jika dibandingkan dengan modal tenaga, waktu, gagasan maupun biaya yang dihabiskan untuk sebuah menara lampu colok," katanya.

Kegiatan yang diberi tema "Wisata Budaya dan Religi Lampu Colok" pada tahun sebelumnya hanya fokus di menara lampu colok saja, namun dua tahun belangan ini Dusun Penawar Laut mampu menghadirkan sarana penunjang lampu colok itu sendiri dengan diadakannya beberapa spot taman hias, spot photo booth, pameran layangan hias, pameran bonsai, astaka 3D, pemutaran video selama persiapan event, serta lapak jajanan UMKM.

“Tidak membosankan dan tidak terkesan monoton. Kami bisa berswafoto, bisa jajan, bisa melihat pameran yang lain-lain juga. Lampu-lampu warna warni yang sangat indah ini perlu dipertahankan,” ucap salah satu pengunjung dengan raut wajah sumringah.

Mustakim, Musril, Dino, Ayu dan juga beberapa panitia lainnya mengaku senang, hal demikian tentunya menjadi energi positif serta support system bagi mereka untuk melanjutkan event besar ini di tahun-tahun berikutnya.

“Bukan tanpa alasan atau sebatas gaya-gayaan saja kita membuat tema sesakral ini. Semuanya digodok sedemikian matang, maka tak heran 2024 ini merupakan tahun ke dua kita mampu menyelenggarakan event seapik ini, dan hanya di dusun Penawar Laut ini saja tema dan event sebesar ini diadakan. Semua berkat kerjasama yang baik dari pemuda serta masyarakat dusun,” ungkap ketua penyelenggara, Suroto Hardi.

Masyarakat Kabupaten Bengkalis, khususnya para pegiat seni lampu colok patut berbangga, sebabnya pada tahun 2021 silam, tepatnya jumat 29 Oktober, lampu colok ditetapkan sebagai Warisan Budaya oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Dengan adanya penetapan tersebut maka hal ini, sudah tentu menjadi kewajiban dan PR penting bagi pemerintah baik itu Desa, Kabupaten Kota maupun Provinsi untuk melakukan pembinaan.

“Ini merupakan warisan leluhur, aset bangsa. Maka jangan sampai lampu colok ini menjadi punah begitu saja. Lestarikan terus, pihak Desa akan selalu mendukung, baik dari segi moral maupun materil,” ucap Rahayu Nendang Kepala Desa Selatbaru.(her)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini