Indonesia Tuan Rumah ASEAN Cultural and Heritage Tourism

Redaksi Redaksi
Indonesia Tuan Rumah ASEAN Cultural and Heritage Tourism
foto ASEAN
Indonesia Tuan Rumah ASEAN Cultural and Heritage Tourism
INDONESIA mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan pelatihan (workshop) professional bagi pelaku industri pariwisata yang diadakan ASEAN.

Dalam mengembangkan, mempromosikan, maupun mengelola paket wisata atau pola perjalanan wisata budaya dan sejarah. Kegiatan workshop bertajuk "Professional Development Training on Guideline For ASEAN Cultural and Heritage Tourism Travel Pattern."

Workshop ini dibuka Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hari Untoro Drajat berlangsung di Museum Bank Indonesia kawasan Kota Tua Jakarta.

Hari Untoro Drajat mengatakan, negara anggota ASEAN yang bertekad ingin menjadikan sebagai tujuan wisata tunggal (single destination) secara bersama-sama berupaya menggembangkan wisata budaya dan sejarah sebagai produk unggulan dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari intra-ASEAN maupun wisman dari seluruh dunia.

"Produk wisata budaya dan sejarah tersebut dalam sepuluh tahun terakhir ini dikembangkan dan berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan intra-ASEAN maupun mancanegara," katanya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Hari Untoro memberikan contoh, wisata budaya dan sejarah yang dikemas dalam Jejak-jejak Peradaban (Trail of Civilization) yang melibakan 6 negara anggota ASEAN; Indonesia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laot, dan Thailand berhasil meningkakan kunjungan wisatawan intra-ASEAN di masing-masing negara.

"Melalui workshop ini kami mengharapkan kerjasama dalam mengembangkan wisata budaya dan sejarah di kawasan ASEAN semakin berkembang dalam menjadikan ASEAN sebagai tujuan wisata tunggal yang memiliki beragam objek wisata di antara wisata budaya dan sejarah berkalas dunia," paparnya.

Indonesia dalam kerjasama bidang pariwisata di tingkat ASEAN telah menyusun laporan akademis tentang pola perjalanan wisata cultural heritage dan telah dijadikan sebagai bahan acuan bagi ASEAN Cultural Heritage Sub-working Group.

Sebagai kelanjutan dari laporan akademis tersebut dilakukan kegiatan pelatihan antara lain dalam ASEAN Workshop Culture Heritage Travel Pattern sebagai pedoman praktis dalam memperkenalkan wisata budaya dan sejarah yang berlangsung di Bali pada Agustus 2015, kemudian dilanjutkan dengan ASEAN Workshop Professional Development Training on Guideline For ASEAN Cultural and Heritage Tourism Travel Pattern di Museum Bank Indonesia.

"Kegiatan workshop dalam mengembangkan produk paket wisata diharapkan akan menjadi rekomendasi untuk mengembangkan, mempromosikan, mengelola paket wisata atau pola perjalanan wisata budaya dan sejarah yang berguna untuk meningkatkan keterampilan pengelola pada aspek perencanaan dan manajemen produk atau situs wisata budaya dan sejarah," tukasnya.


(jjs/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini