Jelang Puncak Haji di Armuzna, Jemaah Indonesia Diminta Fokus Persiapkan Fisik

Redaksi Redaksi
Jelang Puncak Haji di Armuzna, Jemaah Indonesia Diminta Fokus Persiapkan Fisik
Jemaah haji memanjatkan doa di sekitar Jabal al-Rahma (Gunung Rahmat) saat menunaikan prosesi wukuf di Padang Arafah, tenggara Kota Suci Mekah, Arab Saudi, Senin (19/7/2021). Wukuf di Padang Arafah menjadi puncak ibadah selama prosesi haji. (FAYEZ NURELDI

JAKARTA - Pembimbing ibadah haji terus mengingatkan kepada jemaah asal Indonesia untuk menjaga kesehatan jelang ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tiga hari jelang wukuf di Armuzna itu, jemaah calon haji harus fokus pada persiapan fisik.

"Kalau di selama masa tunggu (haji) kan sudah melalui rukun wajibnya sudah selesai sunah semua. Jadi prinsipnya untuk yang tiga hari jelang wukuf Armuzna itu, kita fokuskan pada persiapan fisik," kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Makkah Ansor di Daker Makkah, Kamis (30/6/2022).

Di pun meminta pembimbing ibadah yang melekat di daerah untuk bisa selalu mengingatkan jemaah yang ada di sektornya dalam beberapa hari ke depan agar memaksimalkan fisik jelang puncak ibadah haji.

Ansor mengatakan, dalam bimbingan ibadah, pihaknya menekankan bahwa salat di pondokan sama halnya dengan di Masjidil Haram. Dengan ibadah di pondokan, jemaah bisa menjaga tenaga untuk menjalani puncak haji.

Dia pun meminta jemaah tidak berlebihan dalam beribadah, seperti umrah sunah. Sebab, ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat.

"Haji dikatakan di persentase 90 persen fisik, ibadah 10 persen," kata Ansor.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah terus bersiap menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Peralatan dan obat untuk jemaah calon haji pun sudah siap.

"Sekarang kita masih proses survei persiapan-persiapan. Tapi alat-alat dan obat-obatan sudah clear untuk Armuzna, sehingga tinggal dilakukan pendorongan. Sekarang yang dilakukan adalah penyiapan tenda-tenda di Arafah dan Mina termasuk setting ruangan di mana ruang rawat, posisi obat, dan untuk petugas juga titik-titik untuk alat medis beroperasi di sana," ujar Kepala Seksi Kesehatan KKHI Daker Makkah Muhammad Imran di Makkah, Rabu (29/6/2022).

Persiapan Layanan Kesehatan di Armuzna

Dia mengatakan, di Arafah ada satu klinik utama di tenda misi haji, lalu 4 klinik satelit yang tersebar di setiap maktab di Arafah. Di Muzdalifah ada 10 pos yang ditempatkan di masing-masing titik keluar setiap maktab. Di Mina ada satu klinik utama pas di depan terowongan Muassim.

"Ada 10 titik yang mobile dari EMT dan promkes (promosi kesehatan)," kata dia.

Promkes, kata dia, akan bergerak di tenda-tenda untuk menberikan penyuluhan di Arafah maupun Mina. Emergency Medical Team (EMT), kata dia, akan berada di sepanjang jalur jamarat, baik atas jalur terowongan maupun jalur bawah yang melalui Jalan King Abdul Aziz.

Dia menerangkan, pos satelit adalah pos kecil untuk penanganan emergency untuk stabilisasi, setelah itu direfer ke klinik utama ini ada di Arafah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana menambahkan, menjelang kritikal periode haji, pihaknya melakukan skrining ulang terhadap semua jemaah di tanah suci.

"Jadi bertingkat mulai dari kloter, sektor, yang risti dan yang sakit, kita melakukan medical check up ulang dan lengkap di KKHI. Medical check up dilakukan dokter jantung, paru, penyakit dalam dan dokter yang dibutuhkan," kata dia.

Tujuannya agar semua jemaah sewaktu memasuki kritikal periode Armuzna mereka betul betul siap melakukan ibadah. Bagi jemaah yang dinyatakan secara medis kurang memenuhi syarat untuk melakukan ritual Armuzna, mereka akan disafariwukufkan.

"Data data sudah ada di kita dan terus sampai Armuzna nanti, kita data terus sampai berapa nanti total akhir yang harus disafariwukufkan. Keselamatan jemaah tetap prioritas kita," ucap dia.

(sumber: Liputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini