Ratusan Warga Selatpanjang Kembali Menggelar Ritual Ghatib Zaman

Redaksi Redaksi
Ratusan Warga Selatpanjang Kembali Menggelar Ritual Ghatib Zaman
azw/riaueditor.com
Ratusan Warga Selatpanjang Kembali Menggelar Ritual Ghatib Zaman.
SELATPANJANG, riaueditor.com - Ratusan warga Selatpanjang kembali menggelar ritual Ghatib Zaman atau yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan istilah "Bele Kampung", mereka berjalan kaki sambil melantunkan Kalam Ilahi agar kota Selatpanjang  terhindar dari malapetaka, Jumat (16/10/15) malam.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Pj Bupati H Edi Kusdarwanto MM yang diwakili Kadis Kelautan dan Perikanan Drs Askandar ini merupakan inisiatif Forum Mahasiswa Pemuda Selatpanjang Timur (FMPST) bersama Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Meranti. Hadir Ketua LAM H Ridwan Hasan dan pengurus LAM lainnya, anggota Polres Meranti, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan masyarakat yang ambil bagian dalam acara tersebut.

Pelaksanaan acara dimulai dengan berjalan kaki dari Masjid Al-Mujahidin Jalan Banglas simpang Dorak, hingga berakhir di Hilir Sungai Jelutung Jalan Lingkar Dorak yang berjarak sekitar 8 Km. Selama perjalanan rombongan tiasa henti berdzikir.

Setiba di Sungai Jelutung, rombongan berhenti dan memanjatkan doa, memohon kepada Allah SWT agar penduduk kampung dijauhkan dari segala marabahaya dan senantiasa diberikan rahmat oleh yang Maha Kuasa.

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti, H Ridwan Hasan menyebutkan, ritual Ghatib Zaman atau Bele Kampung digelar setiap tahunnya adalah bagian dari aset budaya melayu sejak turun temurun hendaknya menjadi contoh bagi pemuda dan daerah lainnya.

"Kami akan berusaha agar kegiatan dalam rangka untuk memperbaiki kampung kita ini bisa dilaksanakan tiap tahunnya," ucapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Meranti, H Edy Kusdarwanto MM yang diwakili Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Askandar, mengungkapkan jika pemerintah daerah sangat bangga dan mendukung kegiatan Ghatib Zaman tersebut.

"Dengan kegiatan religius ini, semoga kampung kita menjadi kampung yang aman, tertib dan tentram," harapnya.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini