Kemenag Rohul: Kelalaian Menilai Diri Sendiri

Redaksi Redaksi
Kemenag Rohul: Kelalaian Menilai Diri Sendiri
Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
PS.PANGARAIAN, riaueditor.com - Suatu ketika Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ditanya oleh seseorang dengan pertanyaan yang menurutnya sangat luar biasa, sebab pertanyaan tersebut adalah salah satu penyakit besar yang diidap umat Islam saat ini dan sangat sulit mengobatinya.
 
Orang tersebut bertanya kepada Kakan Kemenag yang juga salah seorang ustad di Rohul, bagaimana pendapat al-Ustadz tentang dua kondisi umat manusia saat ini. Pertama,   Manusia yang rajin sekali beribadah, dzikirnya banyak, sholat sunatnya beratus ratus rokaat setiap hari, tapi orangnya sombong, angkuh, selalu merasa suci, dan bahkan suka menyalahkan orang lain.
 
Kedua, manusia yg tak pernah beribadah, jangan sholat sunat, sholat wajibpun bolong-bolong dan bahkan sering pula ketinggalan sama sekali, namun demikian, akhlaknya begitu mulia, rendah hati, santun, lembut, cinta sesame, suka menolong orang lain ataupun bersedekat, apalagi bayar zakat.
 
Ahmad Supardi Hasibuan yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru ini memberikan jawaban dengan mengambil pendapatnya dari seorang Sufi Besar yang bernama Jalaluddin Rumi, yang juga pernah ditanya tentang dua keadaan manusia seperti di atas tadi.
 
Menurut Rumi, Sang Guru Sufi besar tersebut, Kedua tipe orang tersebut adalah baik, sebab bisa jadi suatu saat si ahli ibadah yangg sombong menemukan kesadaran tentang akhlaknya yg buruk dan dia bertaubat kepada Allah SWT, lalu ia akan menjadi pribadi yg baik, lahir dan batin.
 
Sedangkan tipe yang kedua, bisa jadi karena kebaikan hati-nya, Allah akan menurunkan hidayah kepadanya, lalu ia menjadi ahli ibadah yg juga memiliki kebaikan lahir dan batin, sehingga ia menjadi insan kamil, bertaqwa, berbudi luhur, dan memiliki kepedulian social kepada sesama.
 
Kemudian orang tersebut bertanya lagi, "Lalu siapa yg tdk baik kalau begitu?" Sang Guru Sufi Jallaluddin Rumi menjawab: "Yang tidak baik adalah kita, orang ketiga yang selalu mampu menilai orang lain secara rinci, namun ternyata lalai untuk menilai diri sendiri".
 
Ahmad Supardi yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini lebih lanjut menyatakan, salah satu penyakit besar umat Islam saat ini adalah kemampuan dan keasyikan menilai kesalahan orang lain, sedangkan kesalahan dirinya sendiri dia tidak tahu. Dia bahkan merasa seorang yang sangat bersih, tanpa punya kesalahan sedikitpun.
 
Untuk itu, beliau mengajak umat untuk selalu introspeksi diri dalam segala hidup dan kehidupan, baik dalam pekerjaannya, jabatannya, keluarganya, rumah tangganya, dan bahkan pergaulan sehari-hari dalam masyarakatnya. (yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini