PSI Pekanbaru: Anak Muda Harus Ikut Andil, Jangan Takut Berpolitik

Redaksi Redaksi
PSI Pekanbaru: Anak Muda Harus Ikut Andil, Jangan Takut Berpolitik
Kaesang Pangarep, Ketum baru Partai Solidaritas Indonesia bersama dewan pembina dan pengurus DPP PSI.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Bergabungnya Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI Joko Widodo ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), semakin menambah ramai perpolitikan di tanah air. Terlebih lagi Kaesang ditunjuk oleh Dewan Pembina PSI menjadi Ketua Umum.

Hal tersebut membuat perubahan besar perpolitikan di tanah air. Anak muda PSI yang sebelumnya kerap dianggap "followers" atau pengikut, kini menjelma menjadi penggerak. Bahwasanya PSI yang dulu disebut "bocil", ternyata tak bisa dipandang remeh.

Martua Pangaribuan, kader dan juru bicara PSI Kota Pekanbaru kepada riaueditor.com menyampaikan, Kaesang Pangarep adalah panutan para anak muda di negeri ini. Dengan bergabungnya Kaesang, Martua yakin PSI akan lebih diminati oleh para generasi muda.

Dengan begitu, peluang anak muda untuk ikut andil membawa bangsa ini ke arah yang lebih maju juga akan lebih terbuka lebar. PSI kata Martua akan membuktikan bahwa anak muda ternyata mampu menjadi pemimpin, bisa berpolitik lurus dengan jargon Jokow15me yang didengungkan sejak beberapa waktu lalu.

Martua Pangaribuan.(Foto: Ist)

Momen saat ini juga menjadi semangat bagi para pemuda-pemudi Indonesia untuk ikut andil di dunia perpolitikan, membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. "Apalagi kita di Pekanbaru, ini menjadi semangat besar bagi para kader. Ke depannya akan banyak anak muda yang bergabung dengan PSI. Kita juga yakin PSI menang di Pemilu 2024 mendatang," tutur Martua lagi.

Meski sering disebut masih hijau, namun ternyata anak muda saat ini sudah lebih melek politik. Martua mengajak anak muda untuk tak takut terjun ke dunia politik, tentunya dengan cara-cara yang bersih, jujur dan untuk kebaikan dan kesejahteraan bangsa.

Anak muda, ditegaskan Martua berhak untuk berpolitik. Bahwa dunia politik ini bukan hanya milik para tetua saja. Bahkan sebutnya anak muda lebih kritis untuk membangun bangsa.

"Anak muda saat ini adalah ujung tombak bangsa. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? PSI adalah media dan wadah bagi [ara anak muda cerdas untuk berkumpul menuangkan fikiran untuk memajukan bangsa," ungkap Martua Pangaribuan.

Lagi, Bacaleg PSI Dapil 3 Kecamatan Tenayan Raya-Kulim ini menegaskan, bahwa PSI adalah partai yang memiliki gen Antikorupsi dan Antiintoleransi. Gen PSI ini pastinya tak bisa dipisahkan dari kader-kader PSI.(Andi)


Tag:
PSI

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini