Setiap Musim Politisi Jadikan Jembatan Gantung di Kemuning Bahan Obralan

Redaksi Redaksi
Setiap Musim Politisi Jadikan Jembatan Gantung di Kemuning Bahan Obralan
aditya
Kondisi jembatan gantung yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Kemuning.

KEMUNING, riaueditor.com - Jembatan yang menghubungkan 3 Desa di Kecamatan Kemuning, yakni Desa Kemuning Tua, Desa Kemuning Muda dan Desa Tuk Jimun, kondisinya cukup memprihatinkan.

Jembatan gantung yang dirimbuni semak itu diperkirakan sudah berusia 20 tahunan tersebut tidak kunjung mendapat perhatian, khususnya dari pemerintah kabupaten Indragiri Hilir untuk direnovasi.

Bahkan jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat ketiga desa itu sering sekali menjadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) para oknum politisi yang hanya terkesan mengumbar janji-janji manis semata ketika mendekati pileg ataupun pilkada.

Kondisi jembatan yang begitu sempit dan bergoyang bagaikan diayun-ayun membuat warga kesulitan untuk melewati. Bahkan para warga yang membawa barang dan melansir buah sawitnya sering terjatuh, beruntung ada besi-besi pembatas sehinga tak tercebur kedalam sungai yang dalamnya diperkirakan mencapai 15 meter.

"Sudah beberapa Anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, Bupati bahkan Gubernur yang meraih suara dari kecamatan Kemuning untuk duduk dikursi kehormatan mereka namun seolah lupa dengan janji-janji yang pernah dilontarkan", ujar Adi Darsa yang juga masyarakat kemuning beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, salah seorang ibu rumah tangga atas nama Parida warga desa Kemuning Muda juga mengatakan hal yang sama. "Kalau mendekati pemilihan pak memang jembatan ini sering dijanji-janjikan untuk dibangun, tapi setelah mereka duduk seakan lupa, inilah, sampai sekarang masih begini kondisinya," tuturnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indragiri Hilir, Illiyanto merespon dengan baik.

"Oke makasih infonya, akan segera kami survei untuk diusulkan," jawabnya singkat via seluler, Senin (14/08/17).

Memang semenjak dibangun jembatan gantung tersebut ada beberapa kali dilakukan perbaikan, baik dari pemerintah daerah kabupaten Indragiri Hilir maupun dari bantuan aspirasi anggota DPRD Inhil yang asal dapilnya dari Kecamatan Kemuning.

Namun masyarakat setempat menorehkan harapan besar agar jembatan yang sering menjadi objek obralan para oknum politisi itu dilakukan perbaikan secara maksimal, pasalnya jembatan tersebut sangat sulit dilalui karna kondisinya sempit.

Inilah salah satu kenyataan pahit yang sering dialami masyarakat ketika berhadapan dengan para politisi yang sangat ahli mengumbar janji atau harapan palsu, seolah-olah masyarakat diibaratkan bagaikan gadis yang masih belia sehingga mudah untuk ditaklukan dengan rayuan gombal yang amat manis.

Bahkan benda mati pun menjadi korban untuk memuluskan ambisi para oknum politisi guna menggapai tahta kekuasaan. Namun mirisnya setelah duduk disinggasana itu, mereka seakan buta dan terkesan pura-pura tuli.

Apalagi di Kabupaten Indragiri Hilir yang sebentar lagi merayakan pesta demokrasi pada Pilkada 2018, tentu menjadi penantian masyarakat Kemuning khususnya ketiga desa tersebut, apakah sejarah harapan palsu dari politisi dari tahun-tahun sebelumnya akan terulang?

Walaupun begitu tentunya masyarakat sepertinya sudah mulai sadar bahwa janji-janji politisi dan perkataan politisi itu tidak ada yang abadi. 

Masyarakat pastinya mengharapkan karya nyata dari para politisi untuk bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan rakyat bukan hanya pandai memperbolakan kalimat yang pada akhirnya mengecewakan. (adp)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini