Sandiaga Uno Berharap Buni Yani Mendapatkan Keadilan

Redaksi Redaksi
Sandiaga Uno Berharap Buni Yani Mendapatkan Keadilan
(Doc. Net)
Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno

JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyerahkan posisi Buni Yani dalam tim pemenangannya kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN), pasca permohonan kasasinya resmi ditolak Mahkamah Agung (MA).

"Keputusannya saya serahkan ke BPN, saya sampaikan bahwa mungkin pada saat ini fokusnya mas Buni Yani harus lebih banyak ke situasi dan kondisi hukum pak Buni Yani sendiri," kata Sandiaga saat melakukan kunjungan ke pabrik garmen di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, (29/11/2018).

Kendati demikian, mantan Wagub DKI Jakarta itu berharap Buni Yani juga mendapatkan keadilan, atas perkara hukum yang sedang menimpanya.

"Kami berterimakasih sudah dibantu oleh pak Buni Yani sendiri dan kami sangat-sangat tentunya mengharapkan agar keadilan bisa diberikan kepada pak Buni Yani. Hukum kita jangan hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kita berharap keadilan ini bisa dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat," lanjutnya.

Sandiaga mengaku tetap mendoakan untuk status hukum Buni Yani dan menyerahkan prosesnya kepada tim hukum. Meski begitu Sandiaga menegaskan saat ini BPN harus lebih fokus untuk pemenangan Prabowo Sandi.

"Saya berdoa untuk Pak Buni Yani, tim hukum juga nanti bisa dikonfirmasi bantuan hukum seperti apa tapi bagi kita Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi harus fokus mensosialisasikan kita tidak ingin berbicara hal lain daripada ekonomi. Kenapa kita hadir di sini, karena kita lihat inilah pencipta lapangan kerja," tandansnya.

Seperti diketahui, Buni Yani tetap divonis 18 bulan penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Ia terbukti mengedit pidato Ahok sehingga memicu massa turun ke jalan.

Sementara itu, Buni Yani membantah dirinya mengedit pidato Ahok. Bahkan Buni Yani juga melakukan sumpah muhabalah.

"Kalau saya diputuskan bersalah oleh karena gara-gara sesuatu yang tidak saya lakukan. Demi Allah saya tidak melakukan itu, saya sekarang melakukan mubahalah. Demi Allah saya tidak pernah mengedit dan memotong video. Kalau saya bohong biarlah Allah sekarang juga memberikan laknat dan azab kepada saya dan seterusnya kepada anak cucu saya dan saya dimasukkan selama-lamanya ke dalam neraka. Selama-lamanya ke dalam neraka agar saya dikutuk selama-lamanya dan anak cucu saya merasakan yang sepedih-pedihnya azab dari Allah," ujar Buni Yani dalam jumpa pers di Jl H Saabun, Jati Padang, Jakarta Selatan, Kamis, (29/11/2018).

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini