Rekomendasi Partai Demokrat Untuk Presiden Indonesia Mendatang

Redaksi Redaksi
Rekomendasi Partai Demokrat Untuk Presiden Indonesia Mendatang
(Doc. Net)
Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono

JAKARTA - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik yang berisi rekomendasi Partai Demokrat untuk presiden Indonesia mendatang di hadapan elite dan kader partai di Djakarta Theater, Jumat, (01/03/2019).

"Presiden yang diharapkan bisa terus melakukan perubahan dan kemajuan yang nyata bagi kehidupan rakyat," kata AHY.

Partai Demokrat berpendapat bahwa hakikat pembangunan adalah kesinambungan dan perubahan. "Yang sudah baik lanjutkan dan yang belum baik perbaiki," ujar dia.

Pada kesempatan itu, AHY menyampaikan tiga hal pokok. Pertama, tantangan Indonesia 2019-2024, dalam perspektif dunia internasional dan nasional. Kedua, persoalan dan aspirasi rakyat, serta solusi dan kebijakan yang ditawarkan Demokrat. Dan yang ketiga, ajakan Partai Demokrat menyikapi perkembangan situasi sosial politik dewasa ini.

Selain itu AHY mengatakan bahwa Meski kondisi kesehatan Ibu Ani Yudhoyono belum pulih. Namun dia masih tetap memikirkan rakyat Indonesia.

Sebagai Anak, AHY sangat ingin berada di samping Ani Yudhoyono yang kini masih terbaring di National University Hospital karena sakit kanker darah, guna memberikan kekuatan.

"Namun, beliau lah (Ani Yudhoyono) yang justru mendorong saya untuk tetap turun ke tengah masyarakat. Semangat dari Ibu Ani ini, insha Allah menjadi inspirasi bagi kita semua (elite dan kader partai Demokrat) untuk terus berjuang, bersama rakyat Indonesia," jelasnya.

"Kepada kader Demokrat diseluruh Indonesia, saya mengingatkan bahwa Ibu Ani yang sedang terbaring sakit saja masih memikirkan nasib rakyat, maka kita yang saat ini dikaruniai kesehatan, seharusnya jauh lebih bersemangat lagi memperjuangkan harapan dan masa depan rakyat yang kita cintai," katanya.

AHY kembali menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak memiliki kader utama yang menjadi Calon Presiden atau Capres dan Calon Wakil Presiden atau Cawapres 2019-2024. Oleh sebab itu, Partai Demokrat memberikan rekomendasi kepada siapa pun yang bakal menjadi Presiden 2019-2024 untuk mewujudkan harapan rakyat Indonesia.

"Seyogyanya pidato akan disampaikan Ketum Partai Demokrat Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono, tapi tidak bisa hadir karena sedang mendampingi Ibu Ani Yudhoyono. Tapi, Insya Allah hati dan pikiran beliau berdua bersama kita semua," kata AHY disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Atas nama keluarga besar SBY, AHY pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang telah memberikan perhatian dan doa yang tulus bagi kesembuhan Ani Yudhoyono.

Berikut sejumlah persoalan yang dihadapi Indonesia ke depan.

Pertama soal tantangan global, dinamika hubungan antar negara, konflik, sumber daya alam yang makin menipis, SDM dunia terus bertambah banyak, dan perkembangan teknologi makin cepat.

Kedua, Demokrat berharap pertumbuhan ekonomi bisa di atas 6 persen, ciptakan lapangan kerja dan sekaligus mengurangi kemiskinan. "Artinya kue pembangunan ekonomi agar bisa dinikmati seluruh masyarakat, termasuk keluarga miskin atau kurang mampu," imbuhnya.

Ketiga, Pemerintah kedepan bisa memaksimalkan bonus demografi, bonus penduduk produktif yang tinggi. "Bonus penduduk ini jangan sampai jadi beban. Pendidikan jadi kunci, pendidikan formal, informal, dan vokasional atau pelatihan kerja," tegasnya.

Ke-empat, Kebutuhan energi meningkat. Perlu menciptakan sumber energi baru dan terbarukan sampai 23 persen. Kemudian, soal tren lahan pertanian dan berkurangnya tenaga kerja pertanian, perlu dikembangkan teknologi agar produksi meningkat dan tidak merusak lingkungan.

Untuk menghadapi tantangan itu, Indonesia membutuhkan profil presiden yang memiliki tiga syarat utama.

Pertama, pemimpin nasional yang kuat. Presiden yang kuat yaitu mampu menghadapi tantangan bangsa dan bisa memperjuangkan kepentingan nasional di level internasional.

Kedua, pemimpin nasional yang visioner. Presiden yang visioner artinya mampu melihat tantangan dan peluang Indonesia ke depan.

Ketiga, pemimpin nasional yang adaptif yang berarti mampu menyesuaikan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini